Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Komisi III DPRD Tabanan Kunjungan ke DPMPTSP, Minta Unit Penghasil Bekerja Ekstra di Tengah Pandemi

Secara umum, Dewan meminta unit penghasil bekerja ekstra dengan inovatif untuk mencapai target PAD Tabanan di tengah pandemi tahun ini

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana kunjungan Komisi III DPRD ke DPMPTSP Tabanan terkait realisasi target PAD tahun 2020 di Kantor DPMPTSP Tabanan, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Komisi III DPRD Tabanan kembali melakukan kunjungan lapangan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rabu (17/6/2020).

Secara umum, Dewan meminta unit penghasil bekerja ekstra dengan inovatif untuk mencapai target PAD Tabanan di tengah pandemi tahun ini.

Dan DPMPTSP mengaku dengan target Rp 3,3 Miliar di tahun ini tercapai, sebab hingga saat ini target tersebut sudah tercapai Rp 2 Miliar lebih.

Meskipun begitu, DPMPTSP Tabanan masih kesulitan memaksimalkan perizinan yang ada di Tabanan.

Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Empat Orang, Salah Satunya Staf di DPRD

266 PNS di Pemkab Karangasem Masuki Masa Pensiun Selama 2020

Lewat Program Super Praktis, Peserta Mandiri BPJS Bisa Langsung Turun Kelas Hingga Dua Tingkat

Padahal, Gubernur Bali sudah menetapkan perda no 3/2020 tentang RTRW yang tentunya menjadi angin segar untuk investasi di Bali termasuk di Tabanan.

Sebab, kawasan selatan Kabupaten Tabanan sudah ditetapkan menjadi zona pariwisata untuk pembangunan hotel bintang lima, villa dan akomodasi pariwisata lainnya.

Hanya saja, peraturan tersebut masih belum ada kepastian hukum atau RDTR di Kabupaten Tabanan yang menyebabkan investor masih belum berani berinvestasi.

Ketua Komisi III DPRD Tabanan, AA Nyoman Dharma Putra mengatakan, pihaknya ingin melihat kinerja dan sejauh mana pencapaian untuk target PAD tahun ini.

Ia menyebutkan, jajaran DPMPTSP sudah bekerja dengan baik untuk bisa mencapai target pendapatan.

Namun, kata dia, jangan merasa langsung puas dengan pencapaian tersebut karena seluruh unit penghasil harus terus berinovasi dan mencari kemudian menggali potensi yang ada untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Tabanan nantinya.

"Memang perlu kerja keras untuk bisa terus memaksimalkan pendapatan daerah, dan saya yakin masih ada celah potensi sumber pendapatan lain yang masih bisa digarap secara profesional di seluruh OPD penghasil di Tabanan," jelas pria yang akrab disapa Gung Baron ini.

Sekretaris Komisi III, I Wayan Sudiana juga ingin mendorong agar semua unit penghasil bisa bekerja secara inovatif sehingga pendapatan terus bisa ditingkatkan.

Dia yakin bahwa semua unit penghasil masih bisa menggali potensi yang ada terutama yang belum tergarap.

"Intinya kita harus terus berkoodinasi. Jika target pendapatan tahun ini bisa tercapai bahkan melampaui, untuk anggaran tahun depan bisa ditingkatkan lagi, begitu seterusnya. Sehingga seluruh OPD penghasil bisa berinovasi dan menggali potensi yang ada di Tabanan," harapnya.

Antisipasi Insiden Penyalahgunaan Senpi, Senjata dan Kejiwaan Personel Polres Klungkung Diperiksa

Per Akhir Mei 2020, Posisi Utang Pemerintah Mencapai Rp 5.258,57 Triliun, Begini Penjelasan Kemenkeu

Transmisi Lokal Meningkat, Pemprov Bali Siapkan Dua Laboratorium Tambahan untuk Uji Sampel Swab

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Tabanan, I Made Sumertayasa mengakui, hingga saat ini target pendapatan Rp 3.3 Miliar hampir tercapai.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved