Terkait Tragedi Maut Layang-layang di Sesetan, Begini Imbauan Pihak Kepolisian Kepada Masyarakat

Ditengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat yang jenuh mulai terhibur dengan bermain layang-layang.

Tribun Bali/Firizqi Irwan
Pantauan Tribun Bali layang-layang terlihat di Jalan Teuku Umar Barat dan Jalan Pura Demak, Denpasar, Bali pada Sabtu (20/6/2020) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bermain layang-layang sepertinya sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia, tak hanya anak-anak hingga remaja.

Bahkan orang dewasa juga ikut memainkan permainan yang sudah menjadi tradisi turun temurun ini.

Ditengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat yang jenuh mulai terhibur dengan bermain layang-layang.

Dalam permainan tersebut, biasanya masyarakat menerbangkan layang-layang di tanah lapang atau ruang terbuka.

Plastik Daur Ulang Mendapat Label Prioritas dalam Pengadaan Barang Pemerintah

Brasil Cetak Rekor Harian Tertinggi Kasus Baru Covid-19, Hingga Kini Total Tembus 1 Juta Pasien

Apakah Aman Menggunakan Obat Herbal Bagi Pasien Kanker Paru?

Namun, apa jadinya jika bermain layang-layang di tempat yang ramai dari aktifitas masyarakat dan juga dari tempat yang berbahaya?

Seperti kasus yang terjadi pada hari Kamis (18/6/2020) pukul 14.30 wita di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Tepat di warung Depot 818, seorang pria bernama I Wayan Losmen (61) yang tinggal di Serangan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Menjadi korban jiwa akibat terhalang tali layang-layang yang membentang ditengah jalan.

Berkendara dengan kecepatan sedang menggunakan sepeda motor, leher I Wayan Losmen terjerat tali layang-layang lalu terjatuh hingga menabrak mobil wheeloder.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved