Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Benarkah Duduk Terlalu Sering Dapat Meningkatkan Risiko Kanker?

Menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan di JAMA Oncology menemukan, terlalu banyak duduk bisa meningkatkan risiko penyakit kanker.

Nova
Ilustrasi 

Selain itu, studi sebelumnya menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen kematian karena kanker bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup.

Selain menerapkan pola hidup yang lebih aktif, dianjurkan pula untuk menjalani pola makan sehat dan tidak merokok.

Namun, mengenai hubungan terlalu banyak duduk dan kanker, penelitian sebelumnya mengandalkan perilaku yang dilaporkan sendiri, bukan data objektif.

Gilchrist selalu menanyakan kepada pasiennya mengapa mereka tidak punya waktu untuk berolahraga.

Panduan Menempatkan Makanan di Kulkas agar Tak Cepat Busuk, Letakkan Roti di Rak Kedua

Padahal, olahraga dengan intensitas ringan saja sudah sangat bermanfaat.

"Aku katakan kepada mereka untuk melakukan aktivitas ringan, misalnya berdiri selama lima menit setiap satu jam bekerja atau memilih naik-turun tangga ketimbang lift," ungkapnya.

Namun, penurunan risiko bisa mencapai 31 persen jika aktivitas fisik yang dilakukan moderat atau lebih dari sekadar aktivitas ringan.

Contoh aktivitas fisik moderat menurut American Heart Association, seperti sepeda, jalan cepat, menari, bermain tennis, dan lainnya.

"Langkah kami berikutnya adalah menginvestigasi bagaimana pengukuran objektif dari perilaku duduk menetap berdampak terhadap kejadian kanker, dan apakah faktor gender dan ras memiliki peran," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlalu Sering Duduk Meningkatkan Risiko Kanker, Benarkah?"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved