Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Benarkah Duduk Terlalu Sering Dapat Meningkatkan Risiko Kanker?

Menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan di JAMA Oncology menemukan, terlalu banyak duduk bisa meningkatkan risiko penyakit kanker.

Nova
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Jarang bergerak dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk dan bermain handphone, menonton film atau membaca buku memang menyenangkan.

Namun ternyata, kebiasaan tersebut berdampak buruk untuk kesehatan.

Duduk dan bermalas-malasan di sofa empuk yang nyaman memang membuat betah.

Namun, terlalu sering melakukannya bisa berdampak buruk terhadap kesehatan

Bahkan, menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan di JAMA Oncology menemukan, terlalu banyak duduk bisa meningkatkan risiko penyakit kanker.

"Ini adalah studi pertama yang secara definitif menunjukkan hubungan antara perilaku duduk menetap dan kematian karena kanker."

Ini Khasiat Air Kelapa untuk Kesehatan Tubuh dan Kecantikan Kulit Wajah

Viral Bule Gelar Yoga Massal, Pendiri House Of Om Community Minta Maaf Sudah Menggelar Kerumunan 

Dua Bule Kesasar saat Ikuti Google Maps, Masuk ke Dalam Hutan & Jalan Licin di Selumbung Karangasem

Hal itu diungkapkan oleh penulis utama yang merupakan associate professor pencegahan kanker klinis di MD Anderson Cancer Center, University of Texas, Dr. Susan Gilchrist, seperti dilansir CNN Health.

Studi ini meminta sekitar 8.000 orang untuk memakai alat pelacak atau akselerometer selama jam bangun mereka untuk tujuh hari berturut-turut selama periode waktu antara 2009 dan 2013.

Di antara mereka, tidak ada yang menderita kanker pada awal studi.

Semua peserta adalah bagian dari studi longitudinal yang lebih besar yang disebut REGARDS (REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke), yang merekrut lebih dari 30.000 orang dewasa Amerika di atas usia 45 antara tahun 2003 dan 2007.

Disponsori oleh Institut Kesehatan Nasional AS, REGARDS sedang menyelidiki mengapa orang-orang di area selatan dan kulit hitam memiliki tingkat stroke dan masalah vaskular lebih tinggi yang mengarah pada gangguan kognitif dan demensia (stroke belt).

Setelah lima tahun, para peneliti menemukan bahwa orang yang paling banyak duduk memiliki risiko kematian akibat kanker 82 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak terlalu banyak duduk, bahkan setelah disesuaikan dengan faktor usia, jenis kelamin dan status penyakit.

Katalog Promo Alfamart 22 Juni 2020, Kejutan Super Monday dan Ragam Diskon Kebutuhan Rumah Tangga

Tinggal Hari Ini dan Besok, Promo Super Hemat Indomaret 17- 23 Juni 2020, Diskon Susu hingga Camilan

Paling Enak Jadi Teman Makan Nasi, Resep Sayur Urap Khas Bali

Perbaiki gaya hidup

Namun, jangan terlalu takut terlebih dahulu ketika melihat hasil studi ini. Sebab, menggantikan 30 menit saja waktu duduk dengan aktivitas fisik ringan bisa menurunkan risikonya hingga 8 persen.

"Temuan kami menekankan pentingnya menerapkan pola hidup "lebih sedikit duduk dan bergerak lebih banyak"," ungkap Gilchrist.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved