Corona di Bali

Satpol PP, Pecalang dan Relawan Covid-19 Kawal Kebijakan Rapid Test bagi PPLN yang Masuk Bali

Sesuai dengan aturan yang berlaku, setiap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) harus rapid test sebelum masuk ke Bali.

Dokumentasi Pemprov Bali
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Darmadi 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sesuai dengan aturan yang berlaku, setiap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) harus rapid test sebelum masuk ke Bali.

Namun dalam upaya menegakkan aturan tersebut, banyak kendala dihadapi aparat/petugas terkait.

Pasalnya, tidak sedikit muncul protes dari sopir/awak kendaraan pembawa logistik ke Bali terkait aturan tersebut.

"Regulasinya mengharuskan PPDN yang masuk melalui pelabuhan harus mengantongi hasil rapid test negatif jika masuk ke Bali," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Darmadi melalui siaran persenya, Minggu (21/6/2020).

Menyikapi hal tersebut, Satpol PP Provinsi Bali kini bersinergi dengan unsur Pecalang dan Relawan Covid-19.

Jadwal Program Belajar Dari Rumah TVRI Edisi Selasa 23 Juni 2020, Akan Ada Acara Kidi & Widi

Seusai Dilakukan Pencarian Selama 2 Hari, Raga Rino Berhasil Ditemukan Pemain Surfing

Ini yang Dilakukan Satgas Gotong Royong Desa Adat Dalung, Dalam Memutus Penyebaran Covid-19

Sinergi itu dilakukan guna memastikan semua penumpang dan awak kendaraan lainnya yang akan menyeberang ke Bali telah melaksanakan rapid test dengan hasil non-reaktif di terminal Sri Tanjung, Ketapang Banyuwangi.

Dewa Darmadi mengakui, bahwa pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali memang mengalami kesulitan dalam memastikan pelaksanaan rapid test bagi PPDN yang didominasi oleh sopir angkutan logistik ke Bali.

“Memang terjadi ke-crowded-an terutama di Terminal Sri Tanjung. Jumlah sopir dan penumpang yang harus dicek sangat banyak, sementara petugas yang bertugas di sana jumlahnya terbatas,” jelasnya.

Bahkan, tambah Darmadi, puncak ke-crowded-an terjadi di jam-jam tertentu yaitu sekitar pukul 02.00 – 06.00 waktu setempat.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved