Terbukti Terlibat Penyelundupan Sabu dari Malaysia, Didik Pasrah Dihukum 12 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengganjar Didik Sucipto (40) dengan hukuman 12 tahun penjara.

Tribun Bali/I Putu Candra
Foto : Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum saat berkoordinasi dengan Didik secara virtual, menanggapi putusan 12 tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengganjar Didik Sucipto (40) dengan hukuman 12 tahun penjara.

Terdakwa Didik dinyatakan telah terbukti menguasai sabu seberat 281,40 gram netto dan 60 butir pil ekstasi.

Didik diringkus berawal dari pengakuan anak buahnya sendiri bernama Bunga Septya Erita Putri (terdakwa dalam berkas terpisah).

Bunga ditangkap setiba dari Malaysia.

Pendapatan PDAM Gianyar Menurun Rp 500-700 Juta Per Bulan Selama Pandemi Covid-19

Bekerja Menempel Sabu, Bambang Kini Dituntut 13 Tahun Penjara dan Denda Rp 5 Miliar

Update Covid-19: Pasien Sembuh di Bali Sudah 57,26 Persen, Ini Rinciannya

Ia membawa lima paket klip sabu seberat 291 gram netto yang disimpannya di celana dalam yang dikenakannya.

Menanggapi putusan itu, dari balik layar monitor, Didik yang menjalani sidang di Lapas Kelas IIA Kerobokan hanya bisa pasrah dan menerima.

Diterima putusan majelis hakim kemudian disampaikan tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar.

"Kami menerima, Yang Mulia," ucap Dewi Wulandari selaku anggota penasihat hukum di sidang yang digelar secara virtual, Rabu (24/6/2020).

Hal yang sama juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ni Luh Oka Ariani Adikarini terhadap putusan majelis hakim tersebut.

Sebelumnya Jaksa Oka Ariani melayangkan tuntutan pidana penjara selama 16 tahun terhadap terdakwa Didik.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved