Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Citizen Journalism

Layangan: Kesenangan, Korban Nyawa dan Padamkan Listrik

Beberapa hari terakhir terakhir ini kita disuguhkan oleh lemah gemulai liak liuk layang-layang dengan berbagai ukuran BESAR yang menimbulkan kerugian

Tayang:
Istimewa
I W Jondra, Dosen Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali 

Layang-layang besar yang jatuh telah menimbulkan korban harta benda, sanggah/merajan yang hancur dihujam oleh layangan yang munting.

Genteng rumah juga pecah berantakan oleh terjangan langan yang besar tersebut.

Layangan juga telah memakan korban nyawa.

Dari sebuah media online didapat berita bahwa :

(1). Layangan telah membuat melayanganya nyawa pemuda berinisial YBS (21) di Jalan Tangkuban
Perahu, Mojosongo, Jebres, Solo pada Kamis (11/6/2020) lalu.

(2). Pada Kamis (18/6/2020), Korban meninggal di tempat dan selanjutnya adalah I Wayan Losmen (61), di Sesetan. Polresta Denpasar sedang melakukan penyelidikan terkait hal tersebut, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati saat bermain layangan dan pengendara roda dua juga lebih tertib, kata Kanit Laka Lantas Polresta Denpasar Iptu Ni Luh Tiviasih sebagaimana dilansir Antara di Denpasar.

Haruskan akan jatuh korban berikutnya?

Haruskan karena menyalurkan kesenangan bermain layangan akhirnya berurusan dengan hukum, karena layangannya telah memakan korban nyawa orang lain?

Tidakkah merasa berdosa karena perbuatan kita telah mengakibatkan nyawa orang lain melayang?

Tidakkah merasa berdoasa ketika layangan kita merugikan orang lain?

Masihkan manusia Bali percaya dengan karma phala?

Manusia Bali harus arif dengan memperkecil ukuran layangannya dan menerbangkannya tidak terlalu tinggi, dan bermain layangan di area terbuka hijau.

Sebagai anugrah Sanghyang Rare Angon, layangan dibuat, diterbangkan untuk menghibur
anak-anak.

Saat ini budaya yang adi luhung tersebut telah bergeser, karena orang dewasa dan tua pun
ikut main layangan.

Orang dewasa dan tua yang semestinya produktif dan kreatif memajukan perekonomian keluarga di dalam wabah Covid-19 ini, justru sibuk bermain layangan, yang tidak produktif ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved