Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pemkab Gianyar Gelontorkan Dana Rp 1,9 MilIar untuk Dukung Program TMMD di Payangan

Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, dana yang bersumber dari APBD Tahun 2020 ini memang cukup besar.

Tayang:
Penulis: I Nyoman Mahayasa | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pembukaan jalan TMMD ke-108 menghubungkan Desa Buahan Kaja dan Desa Kerta, Kecamatan Payangan. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemerintah Kabupaten Gianyar gelontorkan dana sebesar Rp 1,9 Miliar untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 yang menghubungkan Desa Buahan Kaja dengan Desa Kerta di Kecamatan Payangan.

Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, dana yang bersumber dari APBD Tahun 2020 ini memang cukup besar.

 “Saya alokasikan anggaran cukup besar, Rp 1,9 Miliar. Itu sudah sesuai kondisi di lapangan,” ujar Mahayastra usai membacakan sambutan Gubernur Bali yang membuka secara resmi pelaksanaan TMMD di Aula Kodim 1616/Gianyar, Selasa (30/6/2020).

Dana besar tersebut dialokasikan untuk membuat jalan hotmix.

Tutup Bulan Bung Karno, Koster Ajak Generasi Muda Terjun ke Politik dan Jauhi Hal-hal Negatif

Promo Gramedia ‘Back to School’, Ada Diskon Barang Keperluan Sekolah Hingga 50 Persen

PNS Tewas Tergantung di Toilet Kantor UPTD Diklat Koperasi Provinsi Bali, Ini Kata Kapolsek Densel

“Tidak saja untuk pengerasan, tapi juga hotmix. Sehingga akan terbuka potensi untuk pertumbuhan vila, restoran baru disana,” terangnya.

Mahayastra pun meminta agar lebar jalan yang dibuka bisa sekitar 7 sampai 8 meter. Sehingga kedepan lebih mudah dalam kaitan pengembangan akomodasi penunjang pariwisata, semisal Vila maupun restoran.

Sebaliknya, jika jalan sempit lalu dikemudian hari pariwisata menggeliat, dikhawatirkan akan sulit membujuk pemilik lahan.

 “Dandim sudah janji, saatnya sekarang diclearkan. Sekalian buat jalan besar. Karena jika setelah berkembang baru diperlebar, harga ekonomisnya tinggi, masyarakat atau pemilik lahan bisa minta ganti rugi. Bisa sulit,” pintanya.

Mahayastra pun meyakini, jalan penghubung Desa Buahan Kaja dan Desa Kerta ini akan berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata maupun ekonomi masyarakat sekitar.

“Saya yakin, setelah dibuka jalan. Wilayah tersebut akan memiliki nilai ekonomi luar biasa kedepan,” jelas Mahayastra.

Menurutnya pula, masyarakat sekitar menyambut antusias pembukaan jalan ini.

“Masyarakat senang. Berfungsi banyak hal, bisa menhubungkan Kebun Raya Kerta dengan destinasi wisata baru di Banjar Pausan Desa Buahan Kaja, yakni danau buatan berupa bendungan. Akan ada juga jembatan ke barat. Jadi yang rasanya kejauhan ke Bedugul, bisa beralih liburan ke Payangan saja,” ujar Mahayastra.

Oleh karena berlangsung dalam situasi Pandemi Covid-19, pihaknya menegaskan pelaksanaan kegiatan wajib mentaati protokol kesehatan.

Sementara itu, Dandim 1616/Gianyar, Letkol Inf Frandi Siboro menjelaskan TMMD ini akan berlangsung selama 30 hari kedepan.

Usai Lakukan Penyelidikan, Mertua yang Tega Setubuhi Menantunya Akhirnya Ditangkap

7 Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19 Dirawat di RSPTN Unud

53 Personil Polres Badung Naik Pangkat Setingkat Lebih Tinggi

Dalam rangka membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, melaksanakan serbuan territorial, mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dan memelihara serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Sasaran fisik, akan dibuka jalan sepanjang 2.359 meter dengan lebar 8 meter. Pembuatan bought deckker, pemasangan box culvert dan pembuatan saluran beton sikluf panjang 100 meter,” jelasnya.

Sedangkan kegiatan non fisik, akan dilakukan di tingkat dusun berupa kegiatan penyuluhan kesadaran wawasan kebangsaan dan bela negara, penanggulanan bencana alam/Covid-19, penyuluhan bidang pertanian, perkebunan, hukum dan kamtibmas, penyuluhan anti narkoba, pariwisata, peternakan, agama, serta gerakan hidup bersih.

Selama kegiatan ini, Kodim 1616/Gianyar mengerahkan sekitar 150 personil selama proses pengerjaan.

Seperti TMMD biasanya, selama pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan warga sekitar.

Dikatakan pembangunan badan jalan ini sudah sejak lama menjadi harapan masyarakat desa setempat. Sehingga warga yang punya lahan, merelakan untuk dijadikan akses jalan.

Selain jalan juga akan langsung dibangun jembatan sepanjang 10 meter. Proses pengerjaan nanti dilakukan dari dua arah.

 "Nanti dikerjakan dari dua arah, karena disana ada sungai, jadi nanti titik temunya di sungai. Penghubungnya kami buatkan jembatan sepanjang 10 meter," katanya.

Sementara Perbekel Kerta, Made Gunawan mengatakan TMMD ini sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.

“Terpenting bisa mempelnacar jalur transportasi hasil pertanian. Selain itu, sebagai akses buka jalan lingkar kecamatan yang tidak hanya menghubungkan Desa Kerta dengan Buahan Kaja, tapi juga dengan desa-desa lain,” jelasnya.

Dalam hal pendidikan, jalan ini akan memperpendek jarak tempuh pelajar SMPN 3 Payangan asal Desa Kerta.

“Mendekatkan anak ke sekolah, karena ada dua banjar di desa kami lebih dekat sekolah ke SMPN 3 Payangan di Desa Buahan Kaja,” ujarnya.

 Dari segi ekonomi, dua desa ini kedepan akan berkolaborasi mengembangkan desa wisata.

“Kami sama-sama punya potensi agrowisata, sehingga akan dijadikan paket wisata membangun ekonomi desa,” imbuhnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved