Breaking News:

Corona di Bali

Gugus Tugas Covid-19 Buleleng Akan Bangun Pos Pantau di Pintu Masuk Pasar

Di ketiga pasar itu, juga akan dibangun pos pemantauan di setiap pintu masuk, serta tempat cuci tangan.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Suasana di Pasar Anyar, Kecamatan Buleleng, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, bersama PD Pasar mulai melakukan penguraian terhadap tiga pasar yang ada dikawasan kota Singaraja.

Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya klaster penularan virus corona di pasar.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gede Suyasa ditemui Kamis (2/7/2020) mengatakan, tiga pasar yang diurai ialah Pasar Anyar, Pasar Banyuasri dan Pasar Tumpah Banyuasri.

Di ketiga pasar itu, juga akan dibangun pos pemantauan di setiap pintu masuk, serta tempat cuci tangan.

Bali Berupaya Menjadi Daerah yang Mandiri Energi Bersih, Tenaga Surya jadi Tumpuan

Indonesia Gabung Bersama WHO Unity Study dalam Penelitian Serologis Global Covid-19

Militer China dalam Kondisi Siaga Perang Tertinggi, Siap Tempur Bila Ada Provokasi Negara Lain

Pos pemantauan akan dijaga oleh dua orang petugas dari PD Pasar, yang bertugas untuk mengawasi setiap pengunjung yang datang, agar menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam pasar.

 Skema ini juga berlaku di pasar rakyat yang dikelola oleh desa adat atau desa dinas, yang ada di Buleleng.

"Khusus di Pasar Anyar, tidak ada lagi pedagang yang berjualan dipinggir jalan. Mereka dipindahkan ke lantai dua, dengan jarak yang sudah diatur. Pedagang ikan yang jumlahnya mencapai 42 pedagang, mengingat ada limbah yang ditimbulkan, maka kami akan buatkan tempat di Jalan Sawo atau di sebelah utara Pasar Anyar," terang Suyasa.

Disinggung terkait usulan Ketua DPRD Buleleng untuk mengurai sebagian pedagang yang ada di Pasar Anyar, Pasar Banyuasri dan Pasar Tumpah Banyuasri ke Eks Pelabuhan Buleleng atau ke Terminal Kampung Tinggi, Suyasa menyebut, hal itu kurang efektif.

Mengingat jumlah pedagang yang akan direlokasi tidak terlalu banyak, maka skema srategis yang dapat dilakukan ialah menggunakan Jalan Sawo sebagai tempat para pedagang ikan di Pasar Anyar berjualan.

"Kalau dipindahkan ke Pelabuhan, takutnya tidak ada yang mau belanja ke sana, atau pedagang yang tidak mau berjualan disana. Oleh karena itu kami menggunakan Jalan Sawo, hanya dari jam enam sampai 10 pagi. Dengan ditatanya tempat pedagang berjualan, pengunjung pasti akan lebih tertib, dan sosial distancing bisa diterapkan," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved