Breaking News:

Lion Air PHK 2.600 Karyawan Termasuk Pilot Asing dari Total Kurang Lebih 29.000 Karyawannya

Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate). Metode pengurangan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir

Tribun Bali/ Zaenal Nur Arifin
Ilustrasi - Pesawat Boeing 737-900ER milik Lion Air 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) dan anggota afiliasi lainnya member of Lion Air Group menyampaikan penjelasan sehubungan dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan dan tenaga kerja asing.

"Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate). Metode pengurangan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang," ungkap Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Kamis (02/07/2020).

Lion Air Group Pastikan Kualitas Udara & Kebersihan Kabin Pesawat Jet Boeing Terjaga Baik

Lion Air mengumumkan sudah mengurangi pekerja sebanyak 2.600 karyawan.

Hal ini karena Lion Air Group sedang berada di masa sulit dan menantang, atas kondisi terbentuk dari akibat Covid-19 serta memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian.

Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pengurangan itu bukan PHK tetapi pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang.

Begini Cara Lion Air Group Lakukan Kampanye Hidup Sehat di Era Kebiasaan Baru

"Kurang lebih 2.600 orang dari total karyawan kurang lebih 29.000," ungkap dia ke KONTAN.co.id, Kamis (02/07/2020). 

Lion Air Group sedang berada di masa sulit dan menantang, atas kondisi terbentuk dari akibat Covid-19 serta memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian.

Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.

Dalam tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kelangsungan dimaksud, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal, karena terjadi pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan.

Sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15% dari kapasitas normal sebelumnya yakni rerata 1.400 - 1.600 penerbangan per hari.

Halaman
12
Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved