Bali Wedding Association Gelar Simulasi Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Acara Pernikahan
Menyambut tatanan era baru, Bali Weeding Association (BWA) menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan di acara prosesi pernikahan dan dinner pern
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Menyambut tatanan era baru, Bali Wedding Association (BWA) menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan di acara prosesi pernikahan dan dinner pernikahan.
Acara simulasi digelar di The Royal Santrian Luxury Beach Villas, Senin (6/7/2020) di mana simulasi dibuat benar-benar nyata pada sebuah acara prosesi dan dinner pernikahan.
“Kita di sini adakan simulasi new beginning (BWA menyebut new normal dengan new beginning) weeding dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebenarnya tujuan adalah untuk mempromosikan Bali as a wedding destination di era new normal. Kita ingin menunjukkan kepada klien wedding di Bali bisa dilakukan dengan tambahan protokol kesehatan,” jelas Ketua Bali Weeding Associatoon Sinly Anfeny, Senin (6/7/2020).
• Kurangi Karyawan, Lion Air Group Tetap Beroperasi dan Akan Menaikkan Kapasitas Penerbangan
• Ekonomi Bali Diprediksi Bangkit di Triwulan Keempat, Sektor Perbankan Bantu Sosialisasikan Protokol
• Permintaan Jahe Meningkat di Tengah Pandemi, Istri Wagub Bali Dorong Petani Berinovasi
Protokol kesehatan yang diterapkan mengikuti anjuran dari pemerintah mulai dari cek suhu tubuh terlebih dahulu sebelum tamu memasuki venue, semua tamu wajib memakai masker, cuci tangan menggunakan hand sanitizer yang disediakan, jaga jarak selama di acara, tamu dilarang meminta tolong foto menggunakan HP, dan lain-lain.
“Meskipun kita harus mengikuti protokol, weeding itu masih tetap enjoy tanpa kaku. Biasanya wedding di Bali itu maunya yang intimate tapi saat ini tidak bisa. Kita harapkan segera bisa kembali ke weeding sebelumnya yang normal bisa lebih intimate tapi kita harus ikuti protokol kesehatan di tengah pandemi,” ujar Sinly.
• Sambut New Normal, PKB Kembali Bagikan Belasan Ribu Masker di Bali Timur
• Terapkan Rujukan Berjenjang, Pendapatan RSUD Buleleng Turun Rp 2,5 Miliar
• Kecelakaan Akibat Tali Layangan Kembali Terjadi di Badung
Di BWA sendiri terdapat 6 divisi di antaranya wedding organizer, food & beverage atau catering, florist & decorater, foto & video, talent & rental dan venue.
Pada masing-masing divisi tersebut pun ada protokol kesehatan tersendiri seperti make up artist yang masuk di divisi wedding organizer harus memakai masker, faceshield dan hand gloves.
Untuk peralatan make up artist yang sekali buang itu diharapkan diperbanyak menggunakan peralatan tersebut, atau kalau peralatannya tidak bisa sekali buang diharapkan steril.
“Make up artist kalau punya steril box dibawa untuk mensterilkan alat-alatnya sebelum digunakan. Untuk round table dari divisi florist & derocater biasanya kita isi 10 orang nanti kita isi 6 orang saja. Untuk memperlebar jarak satu meter dalam penerapan physical distancing,” papar Sinly.
• Persiapan New Normal, Pemkot Denpasar Bentuk Satgas di Masing-masing Tempat Wisata
• Tahap Satu Cairkan Rp 8,3 M untuk BLT Dana Desa, Kini Badung Siapkan Penerima Tahap Dua
• Pasangan Kekasih Bersama Rekannya Dibekuk Satreskrim Polresta Denpasar, Ini Penjelasan Kepolisian
Untuk interaksi antar tamu atau pun tamu dengan kedua mempelai biasanya wedding di Bali tidak seperti weeding di Jakarta yang semua tamu harus maju dan bersalaman dengan pengantin.
Bali tidak seperti itu dan untuk di new beginning weeding ini akan diarahkan untuk site down dinner baik pengantin dan tamu.
“Kita arahkan tamu menyaksikan prosesi dari tempat duduknya masing-masing. Untuk makanan dan minuman ada dua pilihan pertama diantarkan ke meja tidak perlu antrE, kedua kalau mau mengambil makanan tambahan dibolehkan ambil ke life station food tapi akan ada petugas yang mengambilkan dan dikasih,” jelasnya.
• Gugus Tugas Badung: Ada Penambahan Dua Kasus Meninggal Positif Covid-19
• Sekretaris PKB Denpasar Gus Rus Usulkan Rapid dan Swab Test Gratis bagi Warga yang akan Bepergian
“Jadi prosedur itu akan menjadi pedoman bagi semua divisi dalam menggelar acara wedding di masa pandemi Covid-19 sekarang ini dan juga untuk latihan agar nanti ada real weeding beneran kita sudah terbiasa,” sambungnya.
Mengenai batasan tamu pengantin yang dapat hadir saat ini BWA menerapkan batasan mengurangi 50 persen dari kapasitas total venue, misalnya di The Royal Santrian kapasitas 300 nanti akan menjadi maksimal 150 tamu undangan.
Namun arahan kebijakan batasan maksimal tamu di pernikahan belum diatur hingga saat ini oleh pemerintah, kebijakan yang digunakan sementara yaitu setengah dari kapasitas venue.
“Guidance secata detail belum ada tapi pemerintah mengeluarkan beberapa checklist protokol namun detail maksimum tamu weeding berapa orang belum ada. Jadi hal-hal seperti ini kita masih tunggu dari pemerintah supaya tidak menyalahi aturan. Kalau secara general itu memang setengah dari kapasitas ruangan atau venue weeding,” imbuhnya.
Dan jika terdapat tamu datang suhu tubuhnya setelah dicek ada di maksimal 37,3 derajat penanganannya disarankan mengecek kondisinya ke rumah sakit terdekat jika dua kali dicek kondisinya masih seperti itu.
Untuk pihak venue diwajibkan menyediakan satu tempat untuk tamu tersebut untuk beristirahat sejenak dan menunggu 10 sampai 15 menit kemudian dilakukan pengecekan suhu tubuh kedua kali.
“Suhu tubuh orang berbeda-beda terlebih jika habis dari tempat panas. Jadi memang ada SOP harus ditunggu 10 sampai 15 menit biarkan dia cooldown dulu dicek lagi. Kalau dicek lagi ternyata masih tinggi suhu badannya ya kita akan minta dia cek kesehatannya kita antar ke rumah sakit terdekat atau pun kita panggilkan tim medis,” papar Sinly.
Selama pandemi Covid-19 sama sekali tidak ada penyelenggaraan acara pernikahan di Bali khususnya para calon pengantin dari luar Bali yang ingin menyelanggarakan weeding di Pulau Dewata ini.
Ia mengaku banyak klien menunda acara pernikahannya hingga ke tahun depan atau di tahun 2021 mendatang, tapi sementara yang memiliki rencana weeding di bulan Oktober hingga Desember saat ini masih on schedule sambil melihat bagaimana perkembangan pandemi Covid-19.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-simulasi-new-beginning-weeding-yang-digelar-oleh-bali-weeding-association.jpg)