Breaking News:

Pengolahan Ikan di Kusamba Diminta Manfaatkan Teknologi Berbahan Bakar Briket

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan pengecekan ke sentra pemindangan/pengolahan ikan tongkol di Desa Kusamba, Klungkung, Senin (13/7/2020).

Istimewa
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan pengecekan ke sentra pemindangan/pengolahan ikan tongkol di Desa Kusamba, Klungkung, Senin (13/7/2020). 


TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan pengecekan ke sentra pemindangan/pengolahan ikan tongkol di Desa Kusamba, Klungkung, Senin (13/7/2020).

Ke depan, ia pun berharap para pemindang, dapat memanfaatkan alat gasifier, yang bahan bakarnya bisa dari briket hasil olahan sampah.

Saat mengunjungi lokasi tersebut, Nyoman Suwirta melihat tumpukan kayu bakar yang dimanfaatkan para pemindang untuk mengolah ikan tongkol.

Hal ini menurut Suwirta membuat suasana menjadi sumpek, dan kumuh.

Kemudian pengolahan ikan dengan menggunakan kayu bakar, menghasilkan asap pekat yang luar biasa dan berkontribusi terhadap pencemaran udara di Klungkung.

Timon Lompat Pagar Incar Sepeda Belasan Juta, Nekat Gondol Dua Sepeda Gayung Sekaligus

Angka Kebutaan di Bali Menurun, Program Kami Datang Penglihatan Terang” di RSMBM Masuk 15 Besar

Tak Bicara dan Makan di Kendaraan Umum Bantu Cegah Penyebaran COVID-19

Hal ini pula yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan para pemindang, karena setiap hari terpapar asap pekat tersebut.

"Kami tidak bisa kita jamin kesehatan mereka (para pemindang) karena asap yang dikeluarkan cukup banyak, menggunakan bahan bakar dari kayu bakar ini," jelas Suwirta.

Dengan situasi demikian, Suwirta pun meminta agar para pemindang tersebut dapat dibuatkan alat gasifier yang bahan bakarnya berasal dari briket.

Briket yang berfungsi sebagai bahan bakar utama, bisa diperoleh dari sampah yang diolah di TOSS (tempat olah sampah setempat) Centre Karangdadi, Kusamba.

Merealisasikan hal ini, Suwirta pun berencana akan bekerjasama dengan STTPLN (Sekolah Tinggi Teknik - PLN).

Pastikan Ruangan Kerja Personil Bersih, Wakapolres Badung Lakukan Pengecekan Satu Per Satu

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai dan Denpasar Berganti, Kakanwil Kemenkumham Bali Pimpin Sertijab 

Adiknya Maju Cabup Bangli, PDIP Minta Gianyar Buat Komitmen Tertulis Dukung Calon Moncong Putih

"TOSS Center yang kita miliki, sekarang sudah menghasilkan pelet (briket) yang begitu banyak. Saya sudah berkoordinasi dengan STTPLN, untuk segera membuat alat gasifier yang lebih besar, sehingga para pemindang bisa menggunakan gas yang dihasilkan oleh alat gasifier itu untuk mengolah ikan di tempat ini," Ujar Suwirta.

Dengan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari olahan sampah ini, ia berharap asap yang dihasilkan di sentra pemindangan di Desa Kusamba bisa berkurang.

Serta sentra sirkulasi pengolahan sampah di Desa Kusamba juga bisa berjalan dengan baik.

"Semoga upaya ini bisa berjalan lancar, polusi berkurang dan kesehatan para pemindang tetap terjaga dengan sebaik-baiknya," harap Suwirta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved