Breaking News:

Corona di Bali

Insentif Tenaga Kesehatan Tabanan Cair Bulan Ini, Pemkab Tabanan Telah Terima Rp 5 Miliar Dari Pusat

Insentif Tenaga Kesehatan Tabanan Cair Bulan Ini, Pemkab Tabanan Telah Terima Rp 5 Miliar Dari Pusat, Insentif Tenaga Penunjang Diusulkan Ke Provinsi

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi Tenaga medis 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Kesehatan Tabanan memastikan dana insentif untuk tenaga medis yang menangani Covid-19 mulai cair bulan ini (Juli 2020).

Sebab, dana yang bersumber dari pemerintah pusat senilai Rp 5 Miliar lebih sudah masuk ke rekening daerah untuk selanjutnya dicairkan ke masing-masing nakes.

"Saat ini kami masih berproses untuk pencairannya (insentif tenkes). Dana dari pusat juga sudah ditransfer ke rekening daerah sehingga selanjutnya tinggal eksekusi saja," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, Selasa (14/7/2020).

Dia melanjutkan, jumlah tenaga kesehatan mencapai ratusan orang dengan klasifikasi yang berbeda-beda.

Minim Pengunjung, Dispar Kaji Kebijakan Gratis Foto Prewedding di Kerta Gosa hingga Agustus 2020

Ini Tanda-tanda Nasi Tidak Baik untuk Dikonsumsi, Warna Kekuningan hingga Bau Tak Sedap

Bali Zoo Kembali Dibuka untuk Umum di Masa New Normal, Ada Promo Menarik bagi Pengunjung

Mereka yang berhak menerima insentif ini adalah para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Tabanan, Bali, baik yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas.

Dan saat ini masih dalam tahap proses pengurusan administrasi.

"Ada ratusan tenaga kesehatan yang tersebar di rumah sakit dan puskesmas di Tabanan. Jumlahnya saya tidak hafal betul, yang jelas bulan Juli ini minimal sudah cair. Yang cair adalah tahap 1 dan 2 kemudian akan disusul tahap selanjutnya," tegasnya.

Disinggung mengenai insentif untuk tenaga lain sebagai penunjang seperti cleaning servis, sopir serta tenaga laboratorium dan gizi, Suratmika menyatakan sudah mengusulkan melalui pemerintah provinsi Bali.

Karena pemberian insentif untuk mereka yang tak mendapatkan dari pusat akan diusulkan ke provinsi.

"Memang ada rencana pemberian insentif untuk tenaga penunjang yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini. Anggaran kami usulkan ke provinsi. Tapi, jika nantinya tak bisa tercover kami di daerah juga sudah siapkan senilai Rp 6 Miliar. Namun anggaran ini masih belum bisa dieksekusi masih menunggu tahapan," tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved