Breaking News:

KPU Bali Berkomunikasi dengan Korem 163/Wirasatya, Harap Pelibatan Babinsa saat Sosialisasi Pilkada

KPU Bali melakukan berbagai komunikasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk mensukseskan hajatan besar lima tahunan ini.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Penrem 163 Wirasatya
Jajaran KPU Bali yang mendatangi Markas Korem 163/Wirasatya, di Denpasar, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak di Bali yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

KPU Bali melakukan berbagai komunikasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk mensukseskan hajatan besar lima tahunan ini.

Seperti yang dilakukan oleh jajaran KPU Bali yang mendatangi Markas Korem 163/Wirasatya, di Denpasar, Rabu (15/7/2020).

Jajaran KPU Balj yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan dan jajarannya ditemui oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, yang didampingi para perwira staf, di Ruang Tamu Makorem.

Diisolasi 28 Hari dan 14 Kali Jalani Tes Swab, Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Akhirnya Sembuh

BPBD Kota Denpasar Tangani Tiga Lakalantas 15 Juli 2020, Satu Diantaranya Akibat Pengaruh Alkohol

Positif Covid-19, Pensiunan PNS di Klungkung Meninggal Dunia

Pada kesempatan tersebut Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menyampaikan terkait kesiapan pelaksanaan Pilkada Serentak di enam wilayah Kabupaten/Kota di Bali yang sejauh ini berjalan baik, aman dan lancar sesuai tahapan yang sudah ditentukan KPU.

"KPU Bali siap untuk menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020, termasuk terkait kesiapan logistiknya di tengah situasi Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini", jelasLidartawan.

Bahkan ia menjelaskan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak ini tentunya harus sesuai protokol kesehatan di tengah Pandemi COVID-19 ini.

Hampir semua proses Pilkada sebelum dan di tengah Pandemi COVID-19 ini, tentunya sangat berbeda, mulai dari pendaftaran calon peserta Pilkada yang dulu biasanya diantarkan para simpatisan dalam jumlah banyak tentunya akan dibatasi.

Begitu juga saat kampanye, yang dulu kampanye terbuka dengan melibatkan ribuan simpatisan di lapangan, nantinya akan dibatasi dengan kampanye dalam ruangan dengan jumlah pesertanya 40 persen dari kapasitas gedung atau ruangan serta caranya juga diubah melalui virtual.

Terkait pemasangan alat peraga kampanye seperti pemasangan baliho-baliho yang nilai sangat rawan menimbulkan terjadi gesekan antar simpatisan maka akan dihimbau untuk dapatnya tidak dilakukan sekaligus hal ini mengikuti himbauan Gubernur Bali untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan akan diganti dengan pembuatan video film pendek bagi calon peserta Pilkada dan termasuk juga saat debat calon nantinya akan batasi jumlah orang yang boleh hadir selain kandidat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved