Breaking News:

Dispar Bali Pastikan Rapid Test bagi Karyawan Perusahaan Pariwisata Berjalan

Dinas Pariwisata Provinsi Bali memastikan bahwa pelaksanaan rapid test bagi karyawan perusahaan kepariwisataan berjalan seperti biasa.

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa saat ditemui di DPRD Bali, Selasa (16/6/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pariwisata Provinsi Bali memastikan bahwa pelaksanaan rapid test bagi karyawan perusahaan kepariwisataan berjalan seperti biasa.

Hal ini sebagai salah satu syarat bagi perusahaan pariwisata di Bali agar lolos dan mempunyai sertifikat penerapan tatanan kehidupan era baru.

"Nggih nika kan memang aturan (Iya, itu kan memang aturan - red)," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa saat dihubungi Tribun Bali, Kamis (16/7/2020).

Aturan tersebut tertuang dalam surat Dinas Pariwisata Provinsi Bali nomor 556/2782/IV/Dispar tertanggal 25 Juni 2020.

Pembiayaan rapid test tersebut tidak ditanggung oleh pemerintah, melainkan dibebankan kepada perusahaan pariwisata atau pekerja pariwisata sendiri.

Hal itu tergantung kebijakan dari perusahaan pariwisata yang bersangkutan apakah bersedia menanggung biaya rapid test pekerjanya atau tidak.

Curi Sepeda 5 Jutaan dan Dijual 1 Juta, Zaenal Diringkus Polsek Mengwi

Langkah Panji Astika Makin Mulus, Golkar Berikan Rekomendasi Tugas di Pilkada Tabanan

Xtra Unlimited Turbo, Bebaskan Pelanggan XL Prabayar Akses ke Aplikasi Film Favoritnya 

Astawa mengatakan, proses sertifikasi bagi perusahaan pariwisata saat ini masih terus dilaksanakan oleh tim verifikasi.

Sampai saat ini sudah ada sekitar 50 sampai 70 perusahaan pariwisata yang sedang proses verifikasi tatanan kehidupan era baru tersebut.

Nantinya sertifikat bagi perusahaan yang lolos verifikasi akan diterbitkan berbarengan.

Untuk diketahui, pihak Pemprov Bali berwenang untuk melakukan sertifikasi bagi perusahaan pariwisata seperti hotel bintang tiga sampai lima, transportasi dan wisata tirta.

Meski Ekonomi Berat Akibat Pandemi, Banyuwangi Tak Kurangi Alokasi Dana Desa

Termasuk PP Pelabuhan Benoa, 9 Kapal Penumpang Pelni Kembali Berlayar, Ini Rute Lengkapnya

PLN Beri Diskon Tambah Daya “Super Wow” Lewat Gebyar Kemerdekaan 2020

Sementara sisanya, hotel bintang satu, dua dan non bintang serta daerah tujuan wisata (DTW), sertifikasinya dilakukan oleh pihak kabupaten/kota.

Menurut Astawa, pihaknya mempunyai tim sertifikasi sekitar 50 orang yang terdiri dari pihak pemerintahan dan asosiasi kepariwisataan. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved