Berita Banyuwangi
700 Tempat Usaha di Banyuwangi Telah Mendapat Sertifikasi Protokol Kesehatan
Pemkab Banyuwangi terus melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan para pelaku usaha.
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi terus melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan para pelaku usaha.
Mereka yang lolos verfikasi mendapat sertifikasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19.
Hingga saat ini telah terdapat sekitar 700 tempat usaha, seperti kafe, restoran, hotel, warung rakyat, toko modern, dan lainnya yang mendapat sertifikasi protokol kesehatan.
"Untuk mendapat sertifikasi ini butuh dua hingga empat kali evaluasi. Tidak pernah hanya satu kali," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhammad Yanuarto Bramuda, Senin (20/7/2020).
• Hasilnya Tak Selalu Akurat, Organisasi Dokter Sarankan Rapid Test Tidak Dijadikan Syarat Perjalanan
• Manajemen Bali United Bawa Replika Piala Juara Liga I Indonesia 2019 ke Kantor Bupati Gianyar
• Tunggu Rekomendasi dari Demokrat, Gerindra, dan PPP, Suardana Sebut Pasangan Tamba-Ipat Belum Final
Bramuda mengatakan proses pemberian sertifikasi ini, setelah dilakukan simulasi tim GTPP yang supervisi oleh Dinas Kesehatan melakukan evaluasi melihat langsung penerapan protokol kesehatan.
Seperti yang dilakukan GTPP di Kalibaru Cottages Hotel, Kecamatan Kalibaru Banyuwangi, Senin (20/7/2020).
Tim GTPP yang terdiri dari Dinas Pariwisata, Kesehatan, Satpol PP, Bagian Perekonomian, UMKN dan Koperasi, dan dinas lainnya mengevaluasi seluruh aspek persyaratan protokol kesehatan.
Setelah dilakukan simulasi dan beberapa kali evaluasi, akhirnya tim GTPP memberikan sertifikasi dengan menempelkan stiker sertifikasi di hotel tersebut.
• Belum Ada Usulan Rekomendasi Tamba-Ipat dari DPC, Gerindra Buka Peluang Bangun Poros Ketiga
• Tuntut Uang Kembali, Forum Korban SGB Kembali Gelar Aksi
• Eksekutif dan Legislatif Tabanan Sepakati Dua Ranperda
"Dengan pemberian sertifikasi ini, hotel tersebut akan masuk dalam destinasi yang dipromosikan oleh pemerintah melalui Banyuwangi Tourism, bahwa hotel tersebut telah menjalani protokol kesehatan," kata Bramuda.
Tidak hanya Kalibaru Cottage, GTPP juga memberikan sertifikasi pada Hotel Margo Utomo Kalibaru di hari yang sama.
Bramuda menjelaskan di aplikasi Banyuwangi Tourism terdapat tempat-tempat usaha, seperti hotel, restauran, kafe, bahkan warung-warung rakyat yang telah memiliki sertifikasi.
"Dengan demikian pengunjung bisa memilih tempat-tempat yang aman untuk dikunjungi," jelas Bramuda.
Mantan Camat Pesanggaran itu mengatakan, meski telah mendapat sertifikasi secara berkala akan kembali melakukan evaluasi secara mendadak untuk melihat pelaksanaan protokol kesehatan.
• Pasien Sembuh Di Denpasar 26 Orang, Pasien Terinfeksi Covid-19 Bertambah 21 Orang
• Sriwijaya Air Group Bersama Rumah Harapan Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Masamba
• Kim Jong Un Pecat Manajer Pembangunan RS di Pyongyang karena Melakukan Pemerasan terhadap Warga
"Tiap hari kami melakukan razia ke tempat-tempat usaha. Apabila kami melihat ada pelanggaran, kami akan cabut serfikasinya dan usahanya ditutup sementara seperti yang kami lakukan di beberapa tempat usaha," tegas Bramuda.
Hingga saat ini masih banyak tempat usaha yang masih dalam tahap simulasi, dan belum mendapat sertifikasi karena masih ada kekurangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/simulasi-tim-gtpp-di-kalibaru-cottages-hotel.jpg)