Breaking News:

Corona di Bali

Kemenko PMK RI Gelontorkan Dana Insentif Untuk Tenaga Kesehatan di Buleleng Rp 7.1 Miliar

Kemenko PMK) RI telah menggelontorkan dana BOK yang diperuntukan sebagai insentif sejumlah tenaga kesehatan di Buleleng

Istimewa
Sekda Buleleng, Gede Suyasa. Kemenko PMK RI Gelontorkan Dana Insentif Untuk Tenaga Kesehatan Rp 7.1 Miliar 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) RI telah menggelontorkan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang diperuntukan sebagai insentif sejumlah tenaga kesehatan di Buleleng, Bali, yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19, sebesar Rp 7.1 Miliar.

Namun demikian, insentif belum bisa dicairkan langsung, sebab Dinas Kesehatan hingga saat ini masih harus menghitung jumlah pasien yang ditangani oleh masing-masing tenaga kesehatan, untuk menentukan siapa dapat berapa.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, pada Selasa (21/7/2020) siang mengatakan, BOK itu harus masuk terlebih dahulu ke dalam APBD Perubahan 2020, untuk selanjutnya diverifikasi oleh Dinas Kesehatan.

Verifikasi yang dimaksud ialah menghitung berapa jumlah pasien Covid-19 yang ditangani, untuk menentukan jumlah insentif yang diberikan ke masing-masing tenaga kesehatan.

Nekat Menerima 3 Kg Ganja, Beni Dikenakan Dakwaan Alternatif

Ramalan Zodiak Besok Rabu 22 Juli 2020, Sagitarius Jangan Khawatir, Virgo Jaga Toleransi

Ditangkap Usai Mengkonsumsi Sabu, Dikenakan Dakwaan Alternatif, Steven dan Oda Keberatan

"Sesuai mekanisme kalau ada dana baru dari pusat, harus masuk ke APBD dulu. Dalam pemberian insentif ini juga ada rumusnya. Akan dihitung, jumlah pasien yang ditangani berapa. Seperti ODP berapa, PDP berapa, dan OTG berapa yang dihandel. Jadi harus diverifikasi dulu oleh Dinas Kesehatan, untuk menentukan siapa dapat berapa. Jadi secara detail datanya belum bisa disampaikan. Namun secara total, Buleleng dapat Rp 7.1 Miliar," terang Suyasa.

Melihat dari Keputusan Kemenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, jumlah insentif yang diterima oleh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 bervariasi.

Seperti dokter spesialis, setinggi-tingginya mendapatkan sebesar Rp 15 juta.

Dokter umum maksimal Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7.5 juta, analis kesehatan di Lab dan radiografer sebesar Rp 5 juta.

Suyasa pun tidak menampik, Dana BOK ini memang hanya diperuntukan bagi tenaga medis, seperti dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan bidan.

Sementara untuk tenaga non medik seperti sopir ambulans dan petugas kebersihan yang ikut serta dalam penanganan Covid-19, insentifnya akan menjadi tanggung jawab Pemkab Buleleng.

"Saat ini kami juga sedang menghitung kemampuan anggaran daerah, untuk bisa memberikan insentif kepada yang non medis. Mereka dipastikan juga akan mendapatkan insentif. Nanti akan diatur dalam kebijakan daerah yang tentunya anggarannya diambil dari APBD," jelas Suyasa.

Disisi lain, terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, Suyasa menyebut, saat ini ada satu pasien terkonfirmasi virus Corona yang telah dinyatakan sembuh.

Ia adalah PDP 133, warga asal Kecamatan Buleleng, yang diisolasi di RS Pratama Giri Emas sejak Minggu (12/7/2020) lalu.

Dengan demikian, secara kumulatif jumlah pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh di Buleleng sebanyak 106 orang.

Sementara yang masih dirawat sebanyak 13 orang. (*).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved