Corona di Amerika Serikat
Trump Tandatangani Perintah Turunkan Harga Obat, 1.000 Kematian terjadi 4 Hari Berturut-turut di AS
Kami sudah mulai melihat lonjakan yang kemudian stagnan di empat negara bagian yang telah terpukul parah sejak empat pekan terakhir
TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Jumat (24/07/2020) bahwa dia menandatangani empat perintah eksekutif yang bertujuan untuk menurunkan harga obat resep.
Perintah tersebut keluar di saat Trump menghadapi kritik atas penanganan pandemi Covid-19 dan persaingan sengit dalam Pemilu mendatang.
Perintah pertama akan memungkinkan untuk impor resmi obat resep yang lebih murah dari negara-negara seperti Kanada.
Perintah kedua terkait diskon dari perusahaan obat untuk diteruskan ke pasien, kata Trump.
• Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Menulis Ancaman untuk Presiden Donald Trump
Kemudian, perintah yang lain untuk menurunkan biaya insulin.
Sementara yang keempat, jika pembicaraan dengan perusahaan obat berhasil, akan mengharuskan Medicare untuk membeli obat dengan harga yang sama dengan yang dibayar oleh negara lain, kata Trump seperti dilansir Antara.
Pimpinan perusahaan obat terkemuka telah meminta pertemuan untuk membahas bagaimana mereka dapat menurunkan harga obat, presiden menambahkan.
• Anggap Flu Biasa hingga Salahkan Obama, Sederet Pernyataan Kontroversial Donald Trump Soal Corona
Trump, yang dikritik karena melonjaknya kasus COVID-19 di Amerika Serikat dan dilanda penurunan jumlah jajak pendapat menjelang pemilihan 3 November, sebelumnya meminta Kongres untuk mengendalikan biaya obat-obatan.
Pembuat obat sering menegosiasikan potongan harga atau diskon pada daftar harga mereka dengan imbalan perawatan yang menguntungkan dari perusahaan asuransi dan pembayar layanan kesehatan lainnya.
Akibatnya, perusahaan asuransi dan pasien yang ditanggung jarang membayar harga penuh dari obat.
Amerika Serikat mencatatkan lebih dari 1.000 kasus kematian akibat Covid-19 selama empat hari berturut-turut hingga Jumat (24/07/2020).
• Presiden AS Donald Trump Bersumpah Tak akan Wajibkan Warganya Pakai Masker, Warganya Bebas Memilih
Sementara kasus infeksi bertambah setidaknya 68.800 dalam sehari sehingga jumlahnya kini mencapai 4 juta kasus.
Tak kurang dari 1.019 kematian terkonfirmasi dari seluruh AS pada Jumat, menyusul angka kematian yang mirip pada Kamis (23/7) sebanyak 1.140 kasus, Rabu (22/7) 1.135 kasus, dan Selasa (21/7) 1.141 kasus.
Angka itu didapat kebanyakan dari terjadinya lonjakan kasus infeksi di Arizona, California, Florida, dan Texas.
• Keponakan Donald Trump Minta Pamannya Mundur, Ungkap Ketegangan yang Terjadi di Keluarganya
Walaupun demikian, penasihat Gedung Putih untuk urusan pandemi, dokter Deborah Birx, menyebut dirinya justru melihat tanda bahwa bagian terburuk dari wabah COVID-19 di negara bagian selatan dan barat AS itu akan segera dilalui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tenaga-kesehatan-berjalan-melewati-texas-medical-center.jpg)