Sempat Tertunda, Upacara Maligia Puri Ageng Blahbatuh Gianyar Bakal Digelar Agustus 2020
Dalam memastikan protokol covid-19 dalam upacara ini berjalan baik, Sekda Gianyar bersama Polres Gianyar telah menghadap ke puri, Senin (27/7/2020)
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Upacara Meligia di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar sempat tertunda hampir lima bulan akibat pandemi covid-19.
Namun saat ini, upacara besar tersebut akan digelar kembali.
Dalam memastikan protokol covid-19 dalam upacara ini berjalan baik, Sekda Gianyar bersama Polres Gianyar telah menghadap ke puri, Senin (27/7/2020).
Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Alit Kakarsana memastikan, dalam berlangsungnya upacara ini, pihaknya tetap mengutamakan protokol kesehatan, seperti tempat mencuci tangan di setiap pintu masuk, serta petugas pemeriksa suhu tubuh menggunakan thermo gun.
• Begini Dampak Main Ponsel Sebelum Tidur pada Malam Hari Bagi Kesehatan
• Pedagang Harapkan Bupati Gianyar Ajak ASN Berbelanja di Pasar Seni Sukawati
• Liburan ke Bali, 6 Rekomendasi Kuliner Khas Bali Ini Cocok Jadi Menu Makan Siang
“Orang yang akan keluar masuk saat puncak acara maligia sekitar 402 orang, ini sudah kami batasi agar ada ruang untuk menjaga jarak,” ujar Gung Kakarsana.
Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya meminta, selain penerapan protokol kesehatan tersebut.
Ia juga meminta pada pihak panitia supaya melarang orang berseliweran di areal upacara.
Kata dia, begitu masuk ke areal upacara, yang tidak memiliki kepentingan lain, harus langsung duduk di tempatnya.
Dia juga mengoreksi agar pihak panitia mengganti penggunakan tehrmo gun menggunakan alat pendeteksi suhu badan otomatis yang dipasang di pintu masuk.
Hal tersebut untuk menghindari terjadinya penumpukan antrian yang kemudian menyebabkan orang berdesakan.
Dalam kunjungannya, Wisnu berharap Puri Ageng Blahbatuh mamaklumi alasan Pemkab Gianyar sebelumnya menolak pelaksanaan Upacara Meligia.
Sebab saat itu adalah awal munculnya pandemi, dimana saat itu ketaatan masyarakat sangat rendah, dan pengetahuan terhadap pandemi juga rendah.
“Setelah sekian bulan kedisiplinan masyarakat sudah terbentuk, penerapan new normal juga sudah dimulai, kami rasa masyarakat sudah taat dan paham,” ujarnya.
• Diduga Edarkan Sabu dan Ekstasi, Jamil Dituntut Tujuh Tahun Penjara
• Harga Emas Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Ini Sebabnya
• Yayasan Sehati Bali Kini Mendidik 30 Orang Anak Autis, Bermula dari Anak Autis Kurang Mampu
Upacara Maligia oleh Puri Ageng Blahbatuh sebenarnya dilaksanakan April lalu.
Persiapan telah dilakukan sejak Februari dan akhir Maret telah rampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sekda-gianyar-made-gde-wisnu-wijaya-saat-meninjau-protokol-kesehatan-dalam-upacara.jpg)