Breaking News:

Corona di Bali

Sudah Masuk ke Kas Daerah, Tim Medis Covid-19 di RSUD Klungkung Bakal terima Insentif Rp 297 Juta

Hanya saja insentif yang akan diterima baru sebatas insentif bulan April, sementara sisanya belum jelas.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Insentif bagi tim medis Covid-19 di RSUD Klungkung telah masuk ke kas daerah.

Hanya saja insentif yang akan diterima baru sebatas insentif bulan April, sementara sisanya belum jelas.

Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma, Senin (27/7/2020) menjelaskan, insentif yang telah masuk ke kas daerah tersebut hanya untuk bulan April sebesar Rp297 juta.

Nantinya jumlah itu akan dibagikan ke 39 petugas medis yang merawat pasien Covid-19.

Walau Sudah Lama Tinggal, 14 KK Duktang di Desa Dangin Puri Kauh Denpasar Tak Lapor Diri

Telkomsel Beri Bantuan Paket Sembako kepada 5.700 Petugas Penjaga BTS di Seluruh Indonesia

Pendidikan Kesehatan Reproduksi di Sekolah Terbentur Padatnya Kurikulum

"Insentif bulan April sudah masuk ke kas daerah, tapi dari kas daerah belum ditransfer ke kas RS. Masih proses pembuatan SPJ," ujar Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma.

Proses penyalurannya nantinya akan dilakukan sesuai nota tugas dan daftar nama-nama petugas medis yang diusulkan menerima insentif.

Lalu uang insentif tersebut akan ditransfer ke rekening masing-masing petugas medis tim Covid-19.

" Nanti akan ditransfer sesuai jumlah yang kami ajukan. Nanti jumlahnya berbeda-beda, sesuai tugas dan jam jaganya saat menangani pasien Covid-19," ungkap Kesuma.

Sementara untuk insentif bulan Mei dan Juni, menurut Kesuma pihaknya sudah mengusulkan namun belum mendapatkan informasi kapan akan ditranfer ke kas daerah.

 Pihaknya mengaku sudah melakukan usulan sesuai aturan, mulai dari melengkapi syarat administrasi, melakukan verifikasi internal, hingga pengajuan ke Dinas Kesehatan untuk diserahkan usulannya ke pemerintah pusat

Sesuai dengan SK Kemenkes, insentif untuk dokter spesialis mencapai  Rp 15 juta per bulan, dokter umum Rp 10 juta, perawat Rp 7,5 juta, dan petugas lainnya Rp 5 juta.

Itupun merupakan nominal maksimal, jika bekerja penuh dalam menangani pasien COVID-19.

" Pemberian insentif nanti tergantung jumlah hari jaga petugas itu. Kalau full 1 bulan jaga karena  pasien juga full ada selama 1 bulan, maka kita usulkan untuk menerima insentif maksimal sesuai SK Menteri Kesehatan," ungkap Kesuma.

Sementara  insentif bagi  petugas operasional seperti sopir ambulans, petugas kebersihan di ruang isolasi, dan petugas lainnya yang berhubungan langsung dengan perawatan pasien COVID-19  diusulkan ke Provinsi Bali.

4 Imbuan untuk Masyarakat, Begini Protokol Kesehatan Pelaksanaan Kurban Idul Adha dari Kementan

Made Artana Diduga Kehabisan Napas Ketika Tertimbun Longsoran Tanah Dan Batu di Baturiti

Kota Suci Qom Krisis Parah, Iran Buat Obat Virus Corona yang Bakal Dijual Bebas dalam Waktu 3 Minggu

Jumlah insentif yang diterima petugas operasional itu maksimal Rp 5 juta per orang. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved