Breaking News:

Selama Operasi Patuh Lempuyang, Polda Bali Temukan 3.868 Pelanggaran dan 1.075 Pengendara Ditilang

Operasi Patuh Lempuyang yang digelar jajaran Ditlantas Polda Bali selama lima hari terakhir berhasil menemukan 3.868 pelanggaran di seluruh Bali.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto ilustrasi Operasi Patuh Lempuyang 2020 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Operasi Patuh Lempuyang yang digelar jajaran Ditlantas Polda Bali selama lima hari terakhir berhasil menemukan 3.868 pelanggaran di seluruh Bali.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.075 pengendara yang melanggar dikenakan tilang.

Sementara sisanya hanya diberikan teguran

"Dari jumlah pelanggaran yang ditindak itu kebanyakan yang tidak pakai helm dan pengendara dibawah umur," kata Kabag Ops Ditlantas Polda Bali, AKBP Ida Bagus Jembaryawan, Selasa (28/7/2020)

Bantu Petani Lokal di Bali, Delifarm Jajakan Sayuran Segar dan Produk Harian

Masak Nasi dengan Cara ini, Ternyata Bisa Mengurangi Kalori Sampai 50%!

Banyak Tempat Usaha di Denpasar Buka Hingga Lewat Pukul 21.00 WITA, Sudah Tak Ada Pembatasan?

Hari ini merupakan hari ke-6 pelaksanaan Operasi Patuh Lempuyang yang digelar jajaran Ditlantas Polda Bali sejak 23 Juli 2020 kemarin.

Kegiatan ini bakal digelar sampai tanggal 5 Agustus 2020.

Untuk wilayah Denpasar, pada hari ke 6 Operasi Patuh Lempuyang digelar jajaran Ditlantas Polda Bali di Jalan Prof. Mohamad Yamin.

Operasi yang berlangsung di 4 titik Kota Denpasar itu ditemukan 10 pelanggaran yang dilakukan pengendara motor.

Dalam operasi hari ke 6 ini, pihaknya menyasar 4 lokasi di seputaran Kota Denpasar yakni di Jalan Moh Yamin, Jalan By Pass Ngurah Rai, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan WR Supratman Denpasar.

AKBP Jembaryawan mengatakan, dalam operasi itu pihaknya bersinergi dengan POM TNI jika ada anggota TNI yang melintas dan berpotensi melanggar lalulintas.

Namun jika petugas menemukan pengendara yang tidak memiliki SIM dan surat-surat motor sama sekali, maka Polisi akan menyita sepeda motornya.

Dikatakan, operasi patuh lempuyang 2020 kepolisian lebih memfokuskan pada pencegahan dan edukasi kepada masyarakat khususnya pengendara. 

"Jadi bahasa operasi di kepolisian ini adalah melaksanakan kegiatan khusus daripada kegiatan rutin yang selama ini jalan setiap hari. Jadi operasi itu bukan serta merta melaksanakan pemeriksaan, jadi operasi itu bisa preemtif, pencegahan penyuluhan, ada preventif ada patroli, sudah itu baru ada penegakan hukum," jelas Jimbaryawan.(*).

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved