Ada di wilayah KRB, Frontier dan Walhi Bali Protes Rencana Pembangunan Pusat Kebudayaan di Klungkung

Protes diajukan lantaran proyek Pusat Kebudayaan Terpadu dibangun di kawasan rawan bencana dengan intensitas tinggi.

Dokumentasi Walhi Bali
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali, I Made Juli Untung Pratama menyampaikan nota protes terkait rencana proyek Pusat Kebudayaan Terpadu di Kabupaten Klungkung dalam Konsultasi Publik Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) di Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, Selasa (4/8/2020). Nota protes diterima oleh Kepala DKLH Provinsi Bali, I Made Teja 

"Itu arahnya di situ. Setelah itu dipenuhi baru nanti tindaklanjuti dengan AMDAL lagi. Tapi prosesnya masih panjang," tuturnya.

Namun Teja mengatakan, rencana lokasi pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Terpadu dari segi tata ruang sudah tidak ada masalah.

 Hanya saja nantinya berbagai dampak yang ditimbulkan perlu dikaji lebih lanjut.

"Kita belum bicara layak dan tidak layaknya. Ini kan masih dalam proses dari kajian lingkungannya seperti apa. Berbagai kajian harus kita ungkap dulu di situ. Kalau nanti ada persoalan mitigasinya juga seperti apa supaya tidak menimbulkan masalah," kata dia.

"Kan itulah tugas daripada fungsi kajian lingkungan itu dari sisi segala hal dilihat, terkait ekonominya, sosial budayanya, hukumnya, konservasinya. Dampak pasti ada, tapi bagaimana cara mengendalikan dampak, supaya dampak itu menjadi dampak yang positif," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved