Virus Corona
Rusia Diprediksi Sebagai Negara Pertama di Dunia yang Temukan Vaksin Virus Corona
Pejabat senior di kementerian kesehatan, Mikhail Murashko, pekan lalu mengumumkan vaksinasi massal bakal digeber pada Oktober mendatang.
TRIBUN-BALI.COM - Rusia bakal jadi negara pertama yang menemukan vaksin virus corona, dengan Gamelei Center yang rencananya akan mendaftarkan obatnya pada 12 Agustus 2020 mendatang.
Menurut keterangan Wakil Menteri Kesehatan Oleg Gridnev, mereka yang bakal mendapatkan prioritas adalah pekerja medis serta warga lanjut usia.
Pejabat senior di kementerian kesehatan, Mikhail Murashko, pekan lalu mengumumkan vaksinasi massal bakal digeber pada Oktober mendatang.
Dia menerangkan bahwa biaya mendapatkan vaksin virus corona akan menjadi tanggungan negeri "Beruang Merah", dilaporkan Russian Today Jumat (7/8/2020).
• Meriahkan HUT Kemerdekaan RI, Komunitas Rareangon Banjar Tegeha Buat Layangan Celepuk Merah Putih
• Jelang GP Ceko 2020, Valentino Rossi Singgung Kondisi Sirkuit dan Keselamatan Pebalap
• Kemendikbud Siapkan Kurikulum Darurat, Ini Tiga Opsi Kurikulum yang Bisa Dipilih Sekolah
"Pendaftaran vaksin yang dikembangkan Gamelei Center bakal dilaksanakan pada 12 Agustus," kata Gridnev kepada awak media dikutip RIA Novosti.
Dia menerangkan saat ini tim peneliti sudah berada di tahap ketiga, yang dia sebut tahap terakhir dalam pengembangan obat Covid-19.
Dia menuturkan fase ini merupakan momen yang sangat penting.
"Kami harus memahami bahwa vaksin ini sendiri sudah aman," paparnya.
Namun, Kementerian Kesehatan Rusia langsung mengeluarkan rilis resmi, mengklarifikasi pernyataan yang sudah disampaikan Gridnev.
Dalam klarifikasinya, kementerian mengaku tengah memeriksa dokumen yang dibutuhkan oleh Gamelei Center dalam mematenkan obatnya.
Dokumen yang dibutuhkan tersebut termasuk data dari uji klinis.
"Proses registrasi tergantung dari hasil uji coba," jelas kementerian.
Uji coba itu dilakukan di Universitas Sechenov, Moskwa, pada 18 Juni lalu, dengan 38 relawan ambil bagian di dalamnya.
Kecepatan Kremlin dalam meneliti dan mengembangkan formula mengenyahkan Covid-19 membuat negara Barat mengernyitkan dahi.
• TERKINI, 60 Orang Dinyatakan Masih Hilang Pasca Ledakan di Beirut Lebanon
• Tampil Impresif di FP2 Moto2 Republik Ceska, Pembalap Indonesia Tuai Pujian Manajer Tim
• Update Kasus Covid-19 di Denpasar, 11 Orang Sembuh, Kasus Positif Bertambah 8 Orang
Namun menurut Vadim Tarasov, peneliti di Universitas Sechenov, mereka mempunyai pengalaman 20 tahun meneliti bagaimana transmisi virus penyakit lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin.jpg)