Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Boping Curigai Ada “Tangan tak Terlihat”, Rekomendasi PDIP Enam Pilkada di Bali Jadi Ruwet

Teka-teki siapa yang akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP pada enam Pilkada Serentak di Bali masih belum ada titik terang.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Ragil Armando
(Ilustrasi) pengambilan sumpah jabatan pengurus DPP PDIP 2019-2024, Sabtu (10/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Teka-teki siapa yang akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP pada enam Pilkada Serentak di Bali masih belum ada titik terang.

DPP PDIP kembali menunda pengumuman rekomendasi untuk Bali.

Penundaan itu dipastikan saat Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, bersama Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, mengumumkan 75 pasangan calon di gelombang ketiga secara virtual dari kediaman Mega di Jl Teuku Umar, Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Tidak ada satupun nama paslon kepala daerah dari Bali yang dibacakan oleh Ketua DPP PDIP bidang politik Puan Maharani.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Bali, Ketut 'Boping' Suryadi, mengaku tidak habis pikir terkait kembali tertundanya rekomendasi untuk Bali ini.

Bahkan, ia mempertanyakan terkait kondisi yang terjadi di PDIP.

"Waduh sungguh saya tidak mengerti ada apa dengan Bali. Kenapa sampai begitu ruwetnya," kata Boping, Selasa siang.

Saat disinggung apakah ada sosok “tangan tak terlihat” yang diduga ikut campur dalam penentuan rekomendasi Tabanan, ia pun tak menampiknya.

"Nah, patut dipertanyakan ini, ada apakah ini sampai segini ruwetnya Bali," tanya Boping.

Penundaan yang dilakukan oleh PDIP ini disebut-sebut akibat alotnya penentuan kursi calon di daerah yang akan menggelar Pilkada di Bali. Paling alot adalah Kabupaten Tabanan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved