Breaking News:

Dari 133 Desa, Hanya 9 Desa di Tabanan yang Memiliki Tempat Pembuangan Sampah 3R

Dari 133 desa yang ada di Tabanan, hanya 9 desa yang memiliki TPS 3R (reuse, reduce, dan recycle).

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Sejumlah petugas saat melakukan kegiatan pemilahan sampah di TPS 3R Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dari 133 desa yang ada di Tabanan, hanya 9 desa yang memiliki TPS 3R (reuse, reduce, dan recycle).

Untuk desa yang belum memiliki TPS 3R masih terkendala anggaran serta lahan.

Padahal fungsi dari tempat pengolahan sampah tersebut sangat bermanfaat dan bisa juga mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Mandung.

Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, 9 desa tersebut di antaranya adalah Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Desa/Kecamatan Kediri, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Desa Dauh Peken dan Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan, Desa Batanyuh di Kecamatan Marga, Desa Pajahan dan Desa Pujungan di Kecamatan Pupuan, Desa Bajera di Kecamatan Selemadeg. Kemudian untuk Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat saat sedang proses pengerjaan TPS 3R yang anggarannya merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.

Jadwal Film yang Ditayangkan Seminggu di TVRI, Ada Penayangan Film Netflix Chasing Coral

Pembacaan Teks Proklamasi dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Berkumandang di Bandara Ngurah Rai  

Update Kasus Covid-19 di Denpasar, 10 Orang Sembuh, Kasus Positif Bertambah 5 Orang

"Saat ini baru ada 9 desa yang memiliki, dan satu Desa yakni Selabih sedang dalam proses pembangunan," ujar Kadis Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, Senin (17/8/2020).

Subagia menjelaskan, seluruh desa yang memiliki TPS 3R tersebut saat ini masih masuk dalam kategori aktif.

Kemudian untuk desa yang belum memiliki tempat pengolahan sampah tersebut masih terkendala anggaran dan lahan di wilayah masing-masing.

Namun untuk tahun ini sudah ada beberapa desa yang mengajukan proposal untuk pembuatan TPS 3R tersebut.

"Mereka (desa) yang belum memiliki karena banyak faktor, yang paling mempengaruhi adalah terkait kesiapan anggaran kemudian kesiapan lahannya juga," jelasnya.

Libur Panjang HUT ke-75 RI, Tercatat 11.181 Penumpang Masuk Bali Melalui Bandara Ngurah Rai

Kenakan Kostum Veteran, Pramuka hingga Tentara, Anggota Komunitas Sepeda Tua Ikuti Pawai Kemerdekaan

59 Napi di Rutan Kelas II B Negara Dapat Remisi HUT ke-75 RI

Sehingga, kata dia, pihaknya juga sangat berharap agar masyarakat seluruhnya terdorong untuk memperhatikan penanganan sampah di wilayah masing-masing.

Kemudian, dalam waktu dekat DLH segera akan menyiapkan Surat Edaran (SE) diharapkan 133 desa membangun TPS 3R.

Terlebih, sesuai amanah Perda 14 Tahun 2019, Adat harus wajib mengelola sampahnya sendiri dengan syarat salah satunya membangun TPS 3R.

Sehingga, pembuangan sampah ke TPA yang ada di Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan bisa berkurang.

"Banyak manfaat yang bisa dirasakan setelah memiliki TPS 3R tersebut. Dan sampai saat ini, sudah ada 20 proposal terkait pembangunan tempat pengolahan sampah tersebut masuk ke kabupaten," katanya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved