Breaking News:

Garam Beryodium Kusamba Mulai Kekurangan Bahan Baku

Pemkab Klungkung memproduksi dan memasarkan produk garam beryodium, untuk memberdayakan petani garam lokal Kusamba

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Caption: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat memantau bahan baku garam beryodium Kusamba, Selasa (18/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA -Pemkab Klungkung memproduksi dan memasarkan produk garam beryodium, untuk memberdayakan petani garam lokal Kusamba.

Hanya saja dalam perjalannya, produksi garam beryodium ini justru masih kekurangan bahan baku.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melakukan pemantauan ke Koperasi Lembaga Ekonomi Pemberdayaan Pesisir (LEPP) Mina Segara di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali untuk memantau produksi garam beryodium.

Berdasarkan data yang diterimanya, dalam sebulan ini rata-rata kebutuhan pasar terhadap garam beryodium lokal Kusamba ini sebanyak 4,5 ton per bulan.

Perusahaan dan Pekerja yang Tak Penuhi Syarat Wajib Kembalikan Subsidi Gaji

Gudang Barang Dagangan Milik Muder di Karangasem Hangus Terbakar Dilahap Si Jago Merah

BREAKING NEWS - Kecelakaan Maut Terjadi di Jalan Raya Amlapura-Klungkung, 2 Orang Meninggal Dunia

Ini sudah termasuk yang dipasarkan ke swalayan/toko berjejaring, serta pembelian wajib oleh PNS.

"Sementara rata-rata produksi kami dalam sebulan itu 3 ton. Kendalanya kami masih kekurangan bahan baku, dari petani lokal Kusamba yang kami berdayakan dengan program ini," ungkap Suwirta, Selasa (18/8/2020).

Dengan permintaan pasar yang cukup tinggi, seharunya menjadi peluang besar bagi para petani garam lokal untuk terus memggenjot produksinya.

Apalagi perputaran uang dari program ini cukup cepat, yakni garam yang diproduksi petani langsung dibeli oleh Koperasi Lembaga Ekonomi Pemberdayaan Pesisir (LEPP) Mina Segara secara tunai, senilai Rp10.000.

Garam dari petani lokal ini yang dijadikan bahan baku garam beryodium.

"Bahkan ada beberapa petani garam lokal yang enggan menjual dengan harga Rp10 ribu, karena berpatokan dengan harga ke wisatawan. Padahal dengan jual ke Koperasi Lembaga Ekonomi Pemberdayaan Pesisir (LEPP) Mina Segara, perputaran uang mereka cepat," jelas Suwirta.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved