Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tanpa Dibor dan Ditambal, Inilah Alternatif Perawatan Gigi Berlubang

Selama pandemi Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau untuk menunda perawatan rutin ke dokter gigi.

TRIBUN-BALI.COM – Selama pandemi Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau untuk menunda perawatan rutin ke dokter gigi.

Kendati begitu, perawatan kesehatan mulut yang mendesak tetap harus tersedia.

Perawatan rutin yang dimaksud antara lain pemeriksaan dan pembersihan karang gigi, atau perawatan estetika.

Dalam perawatan gigi kerap dibutuhkan semprotan aeorosl dari mulut pasien.

Selain itu, dokter gigi bekerja di dekat wajah pasien untuk waktu yang lama sehingga berpotensi terjadi penularan Covid-19.

“Diperlukan beberapa alternatif perawatan gigi pada pasien untuk mencegah terjadinya infeksi silang antara pasien, dokter gigi, dan perawat gigi,” kata drg.Citra Kusumasari Sp.KG(K).

Konsep lama pembersihan gigi berlubang adalah perlunya melakukan pengeburan yang cukup luas.

Gara-Gara Covid-19, Ketut Surya Kembali Buat Kerajinan Hiasan Gantung Setelah 15 Tahun Berhenti

Riwayat Jaksa Fedrik Adhar yang Dikabarkan Meninggal karena Positif Covid-19 & Penyakit Penyerta Ini

Upaya Mewujudkan Kopi Pelaga Jadi Kopi Terbaik Nusantara

“Tujuannya agar dokter gigi memiliki lapang pandang yang cukup dan mencegah terjadinya gigi berlubang di kemudian hari,” kata dokter gigi yang sedang menjadi Ph.D candidate dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang, ini.

Perawatan tersebut biasanya dilakukan dengan bur atau disebut dengan perawatan surgical model.

Pembersihan gigi berlubang dengan konsep perawatan ini sering menyebabkan terambilnya bagian gigi yang sehat, sehingga sisa gigi yang ditinggalkan menjadi tipis dan mudah patah.

Konsep baru

Citra menjelaskan, pada konsep baru pembersihan gigi berlubang, dokter akan membuang jaringan gigi yang terinfeksi hanya pada email dan dentin yang terinfeksi, dengan tetap mempertahankan dentin yang masih bisa dikembalikan mineralnya.

Ada beberapa teknik untuk melakukannya, namun menurutnya teknik kemomekanis memiliki lebih banyak keunggulan.

“Teknik kemomekanis merupakan teknik intervansi minimal untuk membuang gigi berlubang di lapisan dentin menggunakan kombinasi agen kimia dan instrument tangan manual,” katanya.

Teknik kemomekanis ini diindikasikan untuk pasien yang memiliki kecemasan tinggi, pasien yang tidak dapat mentoleransi suara atau getaran yang dihasilkan teknik konvensional, dan pasien yang mengalami keterbatasan medis.

Tanding Sepak Bola di Hari Kemerdekaan Berakhir Tragis, 23 Orang Tersambar Petir dan Tiga Meninggal

Ikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, Danrem Sebut Atasi Covid-19 adalah Perjuangan

Kurun Waktu 60 Hari Krematorium Bebalang Kremasi 40 Jenazah Covid-19, Begini Ungkap Nyoman Karsana

Selain itu, teknik ini dapat digunakan pada pasien selama pandemi Covid-19 karena meminimalisasi droplet di udara dan dapat mencegah infeksi silang.

Alternatif lain adalah penggunaan silver diamine fluoride (SDF), yaitu cairan yang digunakan untuk mencegah pembentukan, perkembangan, dan penyebaran gigi berlubang.

SDF diakui sebagai pencegah gigi berlubang di Jepang sejak lebih dari 80 tahun yang lalu, dan telah diterima penggunaannya oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2014 di Amerika Serikat.

SDF merupakan salah satu perawatan pencegahan karies yang sederhana, non-invasif, dan murah.

Namun, ada beberapa efek negatif SDF termasuk pewarnaan gigi dan iritasi ruang saraf gigi akibat penetrasi dan penumpukan partikel silver di antara tubulus dentin dan tingginya pH.

Puncaki Klasemen MotoGP 2020, Quartararo Anggap Dovizioso Kandidat Juara Dunia Ketimbang Vinales

Tak Mau Ribet, 5 Zodiak Ini Lebih Pilih Hubungan Tanpa Status dan Enggan Berkomitmen

Penelitian terbaru melaporkan bahwa pengaplikasian glutathione bio-molecule secara efektif mampu meminimalisasi perubahan warna akibat penggunaan SDF.

SDF juga dapat digunakan untuk perawatan gigi berlubang pada akar gigi dan pada pasien anak-anak.

Kelebihan lainnya adalah perawatan gigi berlubang menggunakan SDF tidak menghasilkan percikan di udara sehingga cocok diaplikasikan untuk pasien selama pandemi Covid-19, serta setelah pengaplikasian SDF dapat dilanjutkan tanpa tambalan maupun dengan tambalan gigi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perawatan Alternatif Gigi Berlubang Tanpa Dibor dan Ditambal"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved