Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

108 Cakep Koleksi Lontar Sudah Didigitalisasi di Museum Lontar Dukuh Penaban Karangasem

Bandesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya, mengungkapkan, proses digitalisasi dilakukan sejak 2019 secara bertahap.

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Tim digitalisasi sedang memproses digitalisasi lontar disekitar Museum Lontar, Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Koleksi lontar di Museum  Lontar Dukuh Penaban, Desa Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem didigitalisasi oleh pengurus museum.

 Dari 313 cakep jumlah koleksi lontar di museum, sebanyak 108 cakep sudah digitalisasi, sedangkan sisanya masih dalam proses  digitalisasi.

Bandesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya, mengungkapkan, proses digitalisasi dilakukan  sejak 2019 secara bertahap.

Proses digitalisasi butuh waktu banyak karena prosesnya cukup lama.

Yamaha Ungkap Penyebab Rem Maverick Vinales Bisa Blong di MotoGP Styria

Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Putri Wapres RI Minta Pemerintah Manfaatkan & Optimalkan UMKM

Konvensi Rancangan Panduan CHSE Pada Penyelenggaraan MICE Digelar Kemenparekraf di Bali

 Koleksi lontar yang sudah didigitalisasi meliputi lontar usadha, kawisesan, tutur, dan lontar jenis lainnya.

"Proses digitalisasi cukup lama. Tahapan pertama proses konservasi, setelah konservasi baru registrasi, & pengambilan gambar, diteruskan pembuatan deskripsi.

 Yang sudah lewati tahapan itu baru sekitar 108 cakep,"ungkap I Nengah Suarya, Selasa (25/8/2020).

Ditambahkan, lontar yang sudah didigitalisasi rencana dimasukkan ke website dengan tujuan agar lontar yang berisi deskripsi bisa diakses lewat internet.

Untuk program ini perlu waktu dikarenakan hingga  kini proses digitalisasi belum tuntas.

"Proses digitalisasi dihentikan  sementara waktu,"aku Suarya.

Pria asli Dukuh Penaban ini mengaku, digitalisasi lontar tujuan utamanya untuk penyelamatan transkrip dan naskah lontar yang sudah berusia.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kekhawatiran hilang.

Sehingga nantinya naskah lontar tetap terjaga dan terlestarikan, serta bisa diakses waarga.

"Kalau seandainya ada warga yang ingin lontarnya didigitalisasi silahkan. Pengurus museum siap memfasilitasi demi kemashalatan kita bersama. 

Masih banyak koleksi lontar di sekitar museum yang belum dilakukan digitalisasi,"tambah Jro Suarya, sapaannya.

Hari Terakhir Promo Heboh, Promo of The Week & Promo Super Hemat, Diskon Telur hingga Minyak Goreng

Dewi Perssik Nyanyi Lathi Milik Weird Genius, Netizen Puji Suaranya Lebih Bagus dari Sara Fajira

Kepruk Kaca di Kecamatan Negara, Uang Rp.70 Juta Raib

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved