Breaking News:

Dua Rumah Sakit Pratama di Buleleng Diusulkan Jadi Tipe D

Pemerintah Kabupaten Buleleng akan melakukan pengusulan ke Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), agar dua rumah sakit pratama yang ada di Buleleng

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto: Suasana RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Pemerintah Kabupaten Buleleng akan melakukan pengusulan ke Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), agar dua rumah sakit pratama yang ada di Buleleng, Bali, segera diakreditasi menjadi tipe D.

Ini dilakukan agar dua rumah sakit itu bisa menerima pasien rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskemas dan dokter praktek.

Sekda Buleleng, Gede Suyasa dikonfirmasi pada Senin (24/8/2020) kemarin mengatakan, RS Pratama Tangguwisia di Kecamatan Seririt, dan RS Pratama Giri Emas di Kecamatan Sawan sejatinya sudah memiliki sarana dan SDM setara dengan rumah sakit tipe D.

Dimana, dokter spealis yang dimiliki sudah berjumlah empat orang.

Vicon dengan Wakapolri Terkait Penanganan Covid-19, Kapolres Badung Akan Gencar Lakukan Gebrak Pasar

Disdikpora Bali Telah Siapkan Mekanisme Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19

Minimalisir Siswa Stres Saat Ikuti Pembelajaran Daring, Disdikpora Bali Tak Lagi Berikan Target

Namun selama ini, statusnya masih menjadi FKTP, sehingga kesannya sama seperti puskemas, dan masih dikelola melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT).

"Sekarang kan FKTP itu hanya bisa merujuk pasien ke rumah sakit tipe c dulu. Sementara di RS Pratama sebenarnya fasilitasnya sudah setara dengan tipe D, yang bisa menerima pasien rujukan. Hanya saja karena dua RS Pratama yang kami miliki belum terakreditasi menjadi tipe D, maka statusnya masih menjadi FKTP," ucap Suyasa.

Apabila nantinya dua RS Pratama di Buleleng ini telah mengantongi akreditasi tipe D, Pemkab juga nantinya akan mendorong agar dua rumah sakit tersebut merubah managemen dari UPT menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Apabila sudah menjadi BLUD, maka dua rumah sakit tersebut bisa mengelola keuangannya sendiri.

"Kalau sudah BLUD, rumah sakit itu bisa menggelola uangnya sendiri. Boleh menggali uang. Misalnya bikin areal parkir untuk menambah pendapatannya. Atau membuat kantin yang banyak. ada sektor lain yang bisa mendukung untuk menambahkan keuangannya. Kalau tipe D menjadi BLUD, atasannya itu Dinas Kesehatan," tutup Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved