Breaking News:

Eksekusi Tanah Ditunda, Krama Pakudui "Mesadu" ke Bupati Gianyar

Polemik Desa Pakraman Pakudui dengan krama Pakudui Kangin, Telalang, yang dimenangkan Krama Desa Pakraman Pakudui, harusnya telah memasuki babak eksek

Istimewa
Krama Desa Pakraman Pakudui mendatangi Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Senin (31/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Polemik Desa Pakraman Pakudui dengan krama Pakudui Kangin, Telalang, yang dimenangkan Krama Desa Pakraman Pakudui, harusnya telah memasuki babak eksekusi, Senin (31/8/2020) ini.

Namun hal tersebut tidak terealiasi. Karena itu, krama pun mengadu ke Bupati Gianyar, Made Mahayastra agar perkara ini segera diproses sesuai hasil sidang yang telah inkrah.

Pengacara Desa Pakraman Pakudui, I Wayan Gendo Suardana mengatakan, kedatangan pihaknya menghadap Bupati Gianyar, supaya pemerintah juga memberikan atensi atas kasus ini, supaya tidak berlarut-larut.

Meskipun adanya bantahan dari pihak Pakudui Kangin, Gendo menilai, seharusnya eksekusi bisa tetap dilakukan karena sudah merupakan putusan Pengadilan Negeri Gianyar.

Tolak Eksekusi Lahan Sengketa, Warga Pakudui Gianyar Mengadu ke DPRD Bali

Pakudui Kangin Datangi DPRD Gianyar, Sampaikan Aspirasi Terkait Sengketa Kasus Perebutan Pelaba Pura

Tanah Sengketa Belum Dikosongkan Hingga Batas Akhir, Krama Pakudui Kangin Mengaku Masih Bingung

Namun ia menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan penyelesaian secara damai, tanpa mengganggu kondusivitas wilayah.

“Kami mengedepankan penyelesaian sengketa dengan cara damai, dan sudah dibuktikan berkali kali, dengan membuka diri kepada krama Tempek Kangin bergabung tanpa penanjung batu. Walaupun respon berbanding terbalik, pihak Pakudui tidak akan berhenti mengupayakan damai, termasuk eksekusi secara damai “  ujarnya.

Pihaknya berharap, Bupati Gianyar, memfasiltiasi supaya krama Pakudui Kangin mau menyerahkan objek sengketa secara damai, sesuai keputusan pengadilan.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan, pihaknya tentu akan mengupayakan supaya hal ini berakhir, pakedek pakenyum.

Karena itu, pihaknya akan memanggil kedua pihak yang berseteru.

Namun ia menegaskan, hal ini akan dilakukan seusai Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Kita konsentrasi hari raya dulu. Kita menyongsong Galungan dan Kuningan dengan damai sehingga nanti saya akan fasilitasi kembali, karena dulu sudah hampir clear dulu namun karena teknis jadi kembali berlarut. Mudah-mudahan sekarang tuntas,“ harapnya.

Mediasi Sengketa Tanah Pakudui Sebelum Eksekusi, Bupati Gianyar Minta Tak Ada Penggusuran

Krama Pakudui Kangin Bawa Pratima Sakral ke Pengadilan Gianyar Menggunakan Truk

Mahayastra  mengatakan, pihaknya akan semaksimal mungkin menyelesaikan masalah ini secara damai.

Ia tidak mau kasus ini terus berlarut, apalagi sampai menurun ke anak-cucu.

Dia mengigatkan supaya tidak ada lagi pihak yang memperkeruh suasana dalam kasus ini.

“Ini biar clear, tidak boleh lagi ada orang masuk kasak-kusuk bermain di sana. Kalau sudah tuntas itu, kita syukuri dan bersama menghaturkan guru piduka ke pura yang ada di sana, milik bersama Desa Pakraman Pakudui dan Kangin,” harapnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved