Breaking News:

Corona di Bali

Mulai Hari Ini, Desa Adat Kota Tabanan Terapkan Sanksi bagi Pelanggar Pararem Pengendalian Covid-19

telah diatur sejumlah ketegasan seperti diantaranya denda untuk warga yang tak menggunakan masker, melanggar jam buka/tutup warung tradisional

Foto Desa Adat Kota Tabanan
Surat Bukti Pelanggaran yang mulai diterapkan Desa Adat Kota Tabanan terkait Pararem Nomor 5 Tahun 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sesuai dengan kesepakatan 24 Banjar Adat di Desa Adat Kota Tabanan, Pararem Desa Adat Kota Tabanan Nomor 5 tahun 2020 tentang Pengaturan Pencegahan dan Pengendalian Gering Agung Covid-19 Di wewidangan desa adat mulai diberlakukan 1 September 2020.

Dalam pararem tersebut, telah diatur sejumlah ketegasan seperti diantaranya denda untuk warga yang tak menggunakan masker, melanggar jam buka/tutup warung tradisional dan toko modern, hingga bertamu lewat jam yang telah ditentukan.

Menurut informasi yang diperoleh dari Desa Adat Kota Tabanan, pihak desa adat juga sudah menyiapkan surat bukti pelanggaran tersebut.

Diantaranya, untuk masyarakat yang tak menggunakan masker akan didenda Rp 50 Ribu, untuk warung tradisional yang melanggar jam buka/tutup didenda Rp 100 ribu dan toko modern yang melanggar didenda maksimal Rp 500 Ribu.

Bersinergi Tangani Covid-19, Pangdam IX/Udayana Terima Audiensi Dekan FK Unud, IDI dan Dinkes Bali

Resep Nasi Goreng Ngawur yang Tak Biasa, Yuk Coba Buat di Rumah

Ranperda RZWP3K Bali Bisa Beri Izin Perluasan Bandara Ngurah Rai dengan Cara Reklamasi

Kemudian untuk warga yang bertamu tanpa tujuan yang jelas melewati jam akan didenda masing masing Rp 250 ribu baik tuan rumah maupun yang bertamu.

Terakhir, masyarakat yang keluyuran lewat jam tanpa tujuan yang jelas akan didenda Rp 250 ribu.

Menurut Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta aturan serta besaran denda tersebut sudah tertuang di dalam Pararem Desa Adat Kota Tabanan Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pengaturan Pencegahan dan Pengendalian Gering Agung Covid-19 Di wewidangan desa adat.

"Sebagaimana dengan pengenaan sanksi terhadap yang melanggar aturan pararem, dari 24 Banjar Adat yang ada masukannya sepakat dengan pengenaan sanksi tersebut. Bahkan pararem ini sudah dibahas sebelum Pergub Bali.

Saya juga sudah sejak 24 hari yang lalu bergerak untuk melakukan sosialisasi dari Banjar ke Banjar. Dan pararem ini mulai diberlakukan per hari ini 1 September," jelas Gusti Gede Ngurah Siwa Genta saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2020).

Dia melanjutkan, setelah melakukan sosialisasi, kesimpulannya adalah memberikan sanksi terhadap para pelanggar.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved