Breaking News:

Corona di Bali

Denda Rp 100 Ribu Tak Pakai Masker Mulai Diterapkan di Tabanan 7 September 2020

Pemerintah Kabupaten Tabanan akan menerapkan sanksi bagi pelanggar Perbup Nomor 44 tahun 2020, mulai Senin (7/9/2020) mendatang

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Poster penegakan sanksi administratif sesuai dengan Perbup Nomor 44 tahun 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemerintah Kabupaten Tabanan akan menerapkan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan Perbup Nomor 44 tahun 2020, mulai Senin (7/9/2020) mendatang.

Dalam aturan tersebut, bagi warga yang tak menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah dikenakan denda administratif senilai Rp 100 ribu.

Selain mengatur tentang denda administratif terhadap pelanggar yang tak menggunakan masker, dalam pasal 11 di dalam Perbup Nomor 44 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru ini juga tertulis untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggaran atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum tidak menyediakan sarana pencegahan Covid-19 akan dikenakan denda administratif senilai Rp 1 Juta.

Selain itu, juga terancam pembekuan sementara terkait izin usaha tempat usaha yang melanggar tersebut.

Kepala Dinas Kominfo Tabanan, I Putu Dian Setiawan menyatakan, Perbup Nomor 44 tahun 2020 tersebut akan mulai dilaksanakan pada Senin (7/9/2020) mendatang.

Inti dari penerapan sanksi yang tertuang dalam peraturan bupati tersebut adalah mengajak masyarakat patuh protokol kesehatan dengan benar.

"Bahwa adaptasi kebiasaan baru Tabanan aman dan produktif mutlak dilaksanakan dengan benar dan sudah diatur dengan Perpres, Pergub, dan Perbup juga. Ini akan mulai diterapkan 7 September 2020 mendatang," katanya.

Dian menegaskan, bagi masyarakat yang lalai akan diingatkan terlebih dahulu.

Jika memang pelanggaran dilakukan secara berulang, pihaknya akan menegakkan aturan dengan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang ada dalam perbup.

"Jadi nanti penegakkannya dilakukan oleh aparat gabungan dari unsur Satpol PP, Polri, dan TNI," ucapnya.

Namun, kata dia, pemberlakukan sanksi perbup tersebut akan dilaksanakan operasi pengecekan masker dan protokol kesehatan.

"Jadi pada saat operasi inilah sanksi akan ditegakkan kepada para pelanggar. Di luar kegiatan operasi tersebut kita lebih ke tindak preventif seperti melakukan sosialisasi dalam kegiatan-kegiatan untuk selalu ingatkan masyarakat wajib pakai masker dan patuhi protokol kesehatan," jelasnya.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved