Breaking News:

Serangan Hama Tikus Mengganas di Tabanan, Disbud Rencanakan Ngaben Tikus

Dinas Kebudayaan Tabanan mengusulkan menggelar upacara Mreteka Merana atau Ngaben Tikus di Tabanan

Dok Tabanan
Sejumlah petani Tabanan saat melakukan pengendalian hama belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Kebudayaan Tabanan mengusulkan menggelar upacara atau ritual Mreteka Merana atau yang sering disebut Ngaben Tikus oleh masyarakat Tabanan, khususnya di wilayah Desa Adat Bongan, Desa Bongan, Tabanan, Bali.

Ritual tersebut rencananya digelar pada 2021 mendatang karena dipercaya mampu mengendalikan serangan hama tikus yang saat ini semakin mengganas di Tabanan.

Hanya saja, saat ini masih dalam bentuk usulan, karena banyak hal yang harus diperhitungkan, seperti upakara, lokasi, waktu, serta anggaran yang diperlukan sekitar Rp 300 juta.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji, Upacara Mreteka Merana diusulkan dilaksanakan pada 2021 mendatang karena saat ini serangan hama tikus yang menyerang lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Tabanan.

Sebab, ritual tersebut dipercaya mampu mengendalikan serangan hama tikus secara niskala.

Supanji menuturkan, tradisi Ngaben Tikus ini terakhir dilakukan sekitar tahun 1995 silam, di Desa Pakraman Bedha, Desa Bongan, Tabanan.

Pelaksanaan upacara ini sesuai dengan isi lontar, seperti lontar "Sri Purana" dan lontar "Dharma Pemacula".

Upacara Mreteka Merana terdiri dari dua kata, Mreteka artinya mengupacarai, Merana artinya hama penyakit.

Liverpool Minta Barcelona Bayar Rp 293 Miliar untuk Dapatkan Wijnaldum

GUPBI Bali Berharap Harga Babi Jelang Galungan Stabil

Made Dianta Tewas dalam Kondisi Mengenaskan di Kamar, Istri Akui Sempat Komunikasi

Tujuan dari upacara ini adalah menyucikan roh/atma hama penyakit agar kembali ke asalnya, sehingga tidak kembali menjelma ke bumi sebagai hama penyakit dan merusak segala jenis tanaman yang ada di ada di bumi, khususnya tanaman padi.

"Nggih, kami mengusulkan digelarnya Upacara Mreteka Merana atau sering disebut Ngaben Tikus karena saat ini serangan hama tikus di Tabanan mulai mengganas. Kami juga sudah mengusulkan telaahan staf ke pimpinan daerah untuk bisa dianggarkan tahun 2021," jelas Supanji saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2020).

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved