Breaking News:

Corona di Bali

Gugus Tugas Covid-19 Buleleng Bubarkan Judi Tajen di Kubutambahan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng membubarkan ratusan bebotoh, yang tengah asyik bermain judi tajen

Dok Buleleng
Gugus Tugas Covid-19 Buleleng saat memberikan pembinaan kepada penyelenggara judi tajen di Desa Kubutambahan, Buleleng, Bali, Minggu (13/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng membubarkan ratusan bebotoh, yang tengah asyik bermain judi tajen di wilayah Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Minggu (13/9/2020) siang.

Bahkan, pihak penyelenggara langsung digiring ke Mapolsek Kubutambahan.

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto mengatakan, pembubaran tajen ini dilakukan oleh pihaknya bersama anggota Polsek Kubutambahan, Camat, Pecalang, dan Satpol PP.

Pembubaran ini dilakukan lantaran para bebotoh telah melanggar protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

Kasus Covid-19 di Badung Meningkat, Kawasan Puspem Kembali Ditutup untuk Aktivitas Masyarakat

Relawan Terpapar Covid-19, Apakah Vaksin Corona Sinovac Gagal? Ini Kata Ahli

3 Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal, Kasus Positif Bertambah 29 Orang

“Kami dari Gugus Tugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Jumlah bebotoh yang ada di sana sampai 300-an orang, banyak sekali. Di tengah pandemi ini kan gubernur maupun bupati juga sudah mengimbau masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan hingga menyebabkan kerumunan warga. Kita harus waspada, jangan sampai ada klaster tajen. Jangan diadakan dulu lah, ditengah pandemi ini,” terang Lisrianto.

Sementara Camat Kubutambahan, Made Suyasa mengatakan, dalam penindakan tersebut, pihaknya memang lebih mengutamakan sisi humanis.

Sehingga para bebotoh itu hanya diberikan sosialisasi dan pemahaman, agar tidak mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang di tengah pandemi ini.

Penyidik KPK Meninggal Dunia, Sempat Disebut Terpapar Covid-19

Dua Pasien Covid-19 di Buleleng Meninggal Dunia, Positif Bertambah 9 Orang, Sembuh 24 Orang

Denpasar Zona Merah Covid-19, Lapangan Puputan Badung hingga Taman Kota Kembali Ditutup

“Memang ada beberapa bebotoh yang tidak pakai masker. Kami tidak bisa memberikan sanksi denda karena itu bukan kewenangan kami. Jadi kami lebih banyak melakukan sosialisasi agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara terhadap penyelenggara tajen, yang diketahui bernama Komang Suardika alias Mang Cik (47), warga asal Desa Kubutambahan, diakui Suyasa hanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak lagi menggelar judi tajen selama pandemi.

“Dia (Mang Cik, red) memang sering mengadakan judi tajen, tapi lokasinya berpindah-pindah.

Jika setelah membuat surat pernyataan ini, dia tetap menyelenggarakan judi tajen, maka polisi akan memberikan sanksi pidana. Jadi sekarang pihak penyelenggara atau bebotohnya masih kami maafkan dulu,” ungkapnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved