Breaking News:

Tips Sehat untuk Anda

Gejala dan Cara Ampuh Mengurangi Risiko Demensia atau Penyakit Pikun

Demensia atau pikun adalah penyakit yang menyebabkan sel otak memburuk dan mati lebih cepat dari biasanya,

Pixabay
Ilustrasi., 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Demensia, atau pikun adalah penyakit yang menyebabkan sel otak memburuk dan mati lebih cepat dari biasanya.

Demensia atau pikun bukanlah bagian dari penuaan normal lho, Tribunners.

Dokter spesialis Neurobehaviour RSUP Sanglah, Dr. dr. Anak Agung Ayu Putri Laksmi Dewi, Sp.S(K), menjelaskan, demensia atau pikun lebih dari menurunnya kemampuan mengingat.

Demensia menyebabkan penderitanya tidak dapat menjalankan kegiatan sehari-hari atau activity daily living terganggu.

Sehingga sangat tergantung kepada orang lain untuk merawat dirinya.

Gejala demensia meliputi sebagai berikut.

  1. gangguan fungsi daya ingat
  2. kesulitan berkomunikasi atau mencari kata-kata yang tepat
  3. kesulitan menyusun perencanaan
  4. kebingungan/disorientasi
  5.  perubahan emosi
  6. gejala psikiatri lainnya

Kurangi Risiko Demensia dan Tinggi DHA, 5 Jenis Makanan & Minuman yang Dapat Meningkatkan Daya Ingat

Perempuan yang Sering Migrain Berisiko Tinggi Terserang Demensia

Demensia Ternyata Bisa Menyerang Generasi Milenial lho, Berikut 4 Tips Sehat untuk Mencegahnya

Peneliti Ungkap Hidup Tanpa Pasangan Bisa Tingkatkan Risiko Demensia 42 Persen

"Secara umum gejala pada demensia meliputi terganggunya fungsi daya ingat, kesulitan untuk berkomunikasi, atau mencari kata-kata yang tepat, kesulitan menyusun perencanaan, kebingungan/disorientasi, bahkan perubahan emosi dan gejala psikiatri lainnya," terangnya, dalam YouTube PKRS Sanglah yang diakses pada Rabu (16/9/2020).

Gejala-gejala tersebut bersifat progresif, artinya semakin memburuk secara bertahap seiring dengan perjalanan waktu.

Penyakit alzheimer yang merupakan penyebab demensia terbanyak di dunia dengan gejala yang muncul pada usia 65 tahun.

Namun, bisa juga mulai pada usia 50 tahun, namun disertai faktor-faktor keturunan.

Pada tahap terakhir perjalanan penyakit gangguan fungsi kognitif diperparah dengan munculnya gangguan psikiatri, misalnya sebagai berikut.

  1. gangguan emosi
  2. depresi atau kecemasan, bahkan disertai halusinasi,
  3. gangguan tidur

Belot dari China, Ahli Virologi Ungkap China pembuat Virus Covid-19

Profil Sekda DKI Jakarta Saefullah, Meninggal karena Covid-19, Awal Karier Jadi Guru Hingga Sekda

Daftar Harga Terbaru HP Vivo September 2020: Vivo Y Series Mulai Rp 1,5 Jutaan, X50 Rp 6,9 Jutaan

Ahok Mengaku Sempat Emosi dengan Direksi Pertamina Karena Omongan Tentang Dirinya

"Upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya demensia ini adalah membiasakan diri hidup sehat sejak dini. Bisa dengan diet sehat, olahraga rutin, contoh dengan berjalan 30 menit di bawah sinar matahari pagi cukup 2-3 kali dalam seminggu, tidur teratur, stop merokok, dan bisa mendengarkan musik yang irama lambat dan suara yang lembut," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved