Banyak Program Desa Adat dan Dinas di Bali Tidak Sinkron, Koster Bakal Lakukan Harmonisasi
"Ada yang berkompetensi jadi bendesa, yang kalah maju jadi kepala desa. Atau sebaliknya, sebelumnya maju jadi kepala desa, kalah jadi kepala desa
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sambutan saat Pengukuhan Prajuru Pasikian Krama Istri Desa Adat, Pasikian Pacalang Desa Adat dan Pasikian Yowana Desa Adat Majelis Desa Adat Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Kamis (17/9/2020) sore
Dengan demikian, desa dinas yang anggarannya cukup besar sebagian bisa dipakai untuk menjalankan program yang semestinya dijalankan oleh desa adat.
Jika hal itu bisa dilakukan, anggaran desa adat yang berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bisa digunakan untuk berbagai hal yang betul-betul penting untuk desa adat.
"Ini langkah politik saya ke depan untuk menata Bali. Supaya sinkron semua, bagaimana menarik APBN ini untuk kepentingan kita di Bali, maka ini harus betul-betul dijalankan dengan koordinasi yang baik, harmonisasi dan sinkronisasinya," kata Ketua DPD PDIP Bali itu. (*)