Di tengah Pandemi Covid-19, Volume Sampah Pasca Hari Raya Galungan di Badung Tak Ada Peningkatan

Lonjakan volume sampah di Kabupaten Badung, tak signifikan saat hari raya, terutama pada perayaan Hari Raya Galungan, Rabu (16/9/2020) lalu

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
ILUSTRASI - Tumpukan sampah di TPS Mengwi yang akan diolah dengan cara dibakar di mesin incinerator, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA -  Lonjakan volume sampah di Kabupaten Badung, tak signifikan saat hari raya, terutama pada perayaan Hari Raya Galungan, Rabu (16/9/2020) lalu.

Justru volume sampah pada perayaan kemenangan dharma di tengah pandemi Covid-19 turun.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun  DLHK Badung, A.A Gede Agung Dalem saat dikonfirmasi Kamis (17/9/2020) mengatakan lonjakan sampah hari Raya Galungan tidak ada peningkatan.

Ia menyebut sementara sampah di Gumi keris  masih normal-normal saja.

Banyak Program Desa Adat dan Dinas di Bali Tidak Sinkron, Koster Bakal Lakukan Harmonisasi

Tim Yustisi Protokol Kesehatan Pemkab Badung Tindak Tegas Pelanggar di Jembatan Tukad Bangkung

Sarah Tamaela Sabet Tiga Emas di Kejuaraan Menembak Piala Danwing I Paskhas Championship 2020

"Sepertinya hari raya kali ini tak banyak produksi sampah. Sampai siang ini (kemarin) baru masuk 93 ton. Bulan Agustus rata-rata 138 Ton per hari," kata Agung Dalem.

Menurutnya, untuk penanganan sampah di Badung, pihaknya terus berupaya untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di TPS Mengwitani.

Kini TPS yang dibangun di penghujung tahun 2019 itu baru mampu mengelola 20 ton sampah per hari dari 130 ton sampah per hari yang dihasilkan Kabupaten Badung.

"Per hari kini 10 truk sampah masuk TPS Mengwitani. Jumlah itu setara dengan 20 ton sampah.

Baru itu yang mampu kami pilah di TPS Mengwi," katanya.

Dikatakan, dari 20 ton sampah terdiri dari 56 persen sampah organik dan sisanya sampah anorganik.

"Yang organik terdiri dari sampah organik basah dan kering. Yang kering akan langsung dikelola menjadi kompos, dan yang basah akan dijadikan pakan maggot.

Untuk yang sampah daur ulang langsung ditangani oleh petugas," bebernya.

Disinggung mengenai sisa sampah, pihaknya mengaku sisanya masih dibuang ke TPA suwung.

Sehingga pihaknya mengaku, baru mengolah 20 ton sampah di Badung.

Maju di Pilkada Jembrana, PAW Sugiasa di DPRD Bali Tinggal Selangkah Lagi

Franco Morbidelli Samai Rekor Langka Milik Marc Marquez

Lebih dari 160 SPBU di Bali Sudah Go Digital

"Sisanya masih di TPA Suwung di buang, seperti sebelumnya," (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved