Peletakan Batu Pertama Restorasi Rumah Rai Serimben di Buleleng Dilakukan Minggu (20/9) Mendatang

Bila tidak ada halangan, peletakan batu pertama ini akan dilakukan oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kondisi rumah yang sempat dihuni oleh Nyoman Rai Serimben, Ibunda Presiden pertama RI, Soekarno. Rencananya, pemerintah bersama keluarga Nyoman Rai Serimben akan melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya restorasi, pada Minggu (20/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Peletakan batu pertama tanda dimulainya restorasi rumah yang sempat dihuni oleh Nyoman Rai Serimben, Ibunda Presiden pertama RI, Soekarno rencananya bakal dimulai pada Minggu (20/9/2020) mendatang.

Bila tidak ada halangan, peletakan batu pertama ini akan dilakukan oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. 

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara dikonfirmasi pada Kamis (17/9/2020) mengatakan, restorasi rumah yang terletak di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini akan dilakukan oleh pihak rekanan yang ditunjuk langsung oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Bali, dengan anggaran sekitar Rp 160 juta.

Dimana waktu pengerjaannya selama 75 hari. 

Kisahkan Cinta Pasangan Korut & Korsel, Beberapa Adegan Drakor Crash Landing On You Dibuat Pakai CGI

Timo Werner Ungkap 2 Tantangan Besar Sejak Pindah ke Chelsea

5 Hal Ini Tidak Boleh Dilakukan Saat Menstruasi Datang Terlambat, Apa Saja Itu?

Dody pun menyebut, kegiatan restorasi sejatinya sudah dimulai sejak awal September kemarin.

Namun pihak rekanan melakukan pengerjaannya di workshop.

Dimana, pengerjaan yang sudah dilakukan ialah mengidentifikasi antara kayu-kayu yang masih bisa digunakan dan yang tidak bisa digunakan.

Sehingga saat peletakan batu pertama nanti, pihak rekanan tinggal melakukan pemasangan material. 

Namun pihak keluarga menginginkan agar acara peletakan batu pertama dilakukan pada Minggu (20/9/2020) mendatang, sesuai dengan dewasa ayu atau hari baik.

 Restorasi bangunan yang dikenal dengan nama Balai Gede ini menggunakan teknik khusus, sehingga tidak merubah bentuk aslinya.

Dimana, tidak semua pondasi rumah akan dibongkar.

Pihak rekanan nantinya hanya memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak, seperti atap, dinding dan lantai. 

"Yang rusak saja yang diperbaiki. Bahan kayu yang rusak ditandai, dilepaskan satu per satu lalu dirakit kembali. Kayu yang rapuh diganti, yang kuat tetap dipasang. Fisnishing akhir antara bahan yang lama dan yang baru akan mirip atau sama. 

Atapnya kan dulu seng. Sekarang pakai spandek, seng yang berbentuk seperti genteng," terang Dody. 

Peringati Harhubnas, Kantor Otban Wilayah IV Gelar Safety & Healthy Campaign

Masker Scuba dan Buff Disarankan Tak Dipakai, DPR Berharap Segera Disosialisasikan

Ini Arti Garis di Pergelangan Tangan, Punya 3 Garis Bisa Menjadi Teladan

Selain itu, pihak rekanan juga akan menghilangkan tembok yang ada disisi sebelah timur dan utara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved