Tips Sehat untuk Anda
Benarkah Bersepeda Terlalu Lama Sebabkan Disfungsi Ereksi?
Lalu apakah benar bersepeda dalam waktu lama bisa sebabkan disfungsi ereksi?
Penulis: Noviana Windri | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rutin berolahraga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan seksual seseorang.
Di masa pandemi Covid-19, bersepeda banyak digandrungi masyarakat dan tak sedikit dari kalangan pria.
Lalu apakah benar bersepeda dalam waktu lama bisa sebabkan disfungsi ereksi?
Dokter spesialis Andrologi Kasih Ibu Hospital (KIH) Denpasar, dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked, M. Biomed, Sp.And, menjawab belum ada literatur yang menyebutkan adanya korelasi antara bersepeda dengan gangguan fungsi seksual.
Namun, dari asosiasi atau perkumpulan ahli urologi Eropa menyebutkan, seseorang yang bersepeda dalam waktu lama akan menyebabkan masalah pada organ intim pria atau tepatnya pada prostat.
"Disarankan jangan bersepeda jarak jauh. Terutama juga, jangan waktu yang lama. Jangan lebih dari 5 jam/minggu," paparnya dalam YouTube Kasih Ibu Hospital dengan topik ‘Apa Kabar Ereksi Anda Hari Ini?’ yang diakses pada Jumat (25/9/2020).
Berikut tips bersepeda yang sehat berdasarkan halaman resmi alodokter.
- Dayungan pedal yang ideal pada umumnya berkisar 60-80 putaran per menit (rpm), berbeda dengan pembalap sepeda yang bisa mengayuh pedal di kisaran 80-100 rpm.
- Cobalah sesekali memvariasikan posisi tubuh dan tanganmu. Hindari berpegangan pada bagian melengkung stang untuk waktu yang lama. Hal ini dapat membuat kram pada tangan, bahu, dan leher.
- Aktivitas bersepeda selama 2-3 jam seminggu membantu mencegah kenaikan berat badan. Lakukan rutinitas mendayung sepeda paling tidak 30 menit per hari. Tribunners bisa memulainya di medan datar untuk 3-4 minggu pertama.
- Ciri-ciri ideal sepeda yang tepat adalah untuk sepeda umum, harus ada jarak 2,5-5 cm antara pangkal paha dengan top tube alias kerangka sepeda bagian atas yang menghubungkan stang dengan jok. Sedangkan untuk sepeda gunung, setidaknya ada jarak 5 cm antara pangkal paha dan top tube.
- Ketika pedal berada di titik terendah dalam rotasi, idealnya posisi kaki sedikit menekuk.
- Tekuk siku sedikit saja sehingga tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan setang.
8 Penyebab Disfungsi Ereksi
Yang menyebabkan seorang pria bisa ereksi adalah kelancaran aliran darah.
Jadi, jagalah jantung Anda agar berada dalam kondisi prima sehingga ereksi bisa dicapai secara maksimal.
• 4 Tipe Ereksi yang Wajib Diketahui Pria
• Benarkah Ukuran Mr P Memengaruhi Orgasme Wanita?
• Ereksi Spontan di Pagi atau Malam Hari, Indikator Kesehatan Reproduksi Pria
Apapun yang menghambat kerja jantung, seperti kelebihan berat badan atau merokok, juga cenderung berpengaruh pada kemampuan "berdiri" barang Anda.
Testeron adalah faktor kedua yang sangat penting untuk ereksi yang kuat, dan ada beberapa hal tak terduga yang berpengaruh pada produksinya.
Dikutip dari Kompas.com, inilah 8 hal yang bisa mengakibatkan disfungsi ereksi
1. Kertas kuintansi
Jenis kertas dan tinta termal yang digunakan pada sebagian besar kuitansi supermarket mengandung kadar bisphenol A (BPA) tingkat tinggi.
Senyawa kimia ini mengakibatkan peningkatan produksi hormon estrogen.
Studi dari Kaiser Permanente menyatakan bahwa tingginya estrogen pada pria mengakibatkan beberapa perubahan hormonal yang membahayakan kualitas ereksi.
Kuitansi ATM, tag bagasi bandara dan tiket lotere semuanya tercetak dalam kertas yang mengandung BPA tinggi.
Selain itu, plastik dan makanan kaleng juga merupakan sumber BPA yang umum dijumpai.
2. Makanan manis
Mengkonsumsi gula, baik dalam sepotong kue atau sekaleng soda, menyebabkan kenaikan kadar glukosa darah Anda, yang merangsang pelepasan hormon insulin.
Penelitian dari Irlandia dan Amerika mengungkapkan, peningkatan insulin menurunkan produksi testeron dan hal ini akan mempengaruhi kualitas ereksi.
Hubungan antara gula, insulin, dan testosteron ini juga menjelaskan mengapa di pagi hari para pria cenderung mengalami ereksi setelah semalaman tidak manyantap makanan.
3. Kurang tidur
Studi dari University of Chicago menemukan bahwa tidur 5 jam sehari atau kurang dari itu mengakibatkan turunnya produksi testeron hingga 10 persen.
Tidur adalah hal penting bagi produksi testeron.
Penelitian tersebut juga mengungkap fakta bahwa mereka yang tidur kurang dari 8 jam dalam sehari, lebih cenderung mengalami ereksi yang tidak maksimal.
4. Tidur bersama bayi
Studi dari Notre Dame dan Northwestern University mengatakan, tidur di dekat bayi dapat menurunkan produksi testeron sebanyak 7 persen bahkan lebih.
• Termasuk Disfungsi Ereksi, Berikut 3 Gejala Diabetes yang Sering Dialami Pria
• 10 Hal yang Wajib Diketahui Pria Agar Ereksi Makin Kuat
• Ini Fakta Ereksi yang Menakjubkan!
Mungkin mengira gangguan tidur adalah penyebabnya.
Tapi, bukti menyatakan pergeseran hormonal yang disebabkan karena menghabiskan malam di samping bayi lah yang memicu penurunan testeron.
5. Kedelai
Studi dari Harvard Medical School menemukan fakta bahwa setiap bahan makanan yang disukai para vegetarian memiliki 'sifat mirip estrogen' yang menurunkan produksi testeron.
Kedelai dalam jumlah sedikit tidak akan membunuh libido.
Tapi, riset tersebut juga menunjukan bahwa diet dengan kedelai-tanpa asupan gizi seimbang-bisa mengakibatkan masalah ereksi.
6. Menghabiskan waktu di dalam rumah
Vitamin D berperan penting dalam produksi testeron.
Penelitian dari Jerman dan Austria menyatakan, tidak mendapatkan cukup vitamin D dari paparan sinar matahari atau karena diet, ternyata mampu menurunkan produksi testeron hingga 20 persen bahkan lebih.
Laporan dari Harvard Medical School menyatakan bahwa 15 menit berjemur untuk mendapatkan sinar matahari telah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D sehari-hari.
7. Terlalu Banyak Berlari
Penelitian dari University of British Columbia menemuakn fakta bahwa berlari sebanyak 65 kilometer atau lebih setiap minggu bisa menurunkan level testeron Anda sebesar 17 persen.
Terlalu banyak berlari bisa mengganggu komunikasi antara otak dan kelenjar penghasil hormon, yang mungkin bisa menurunkan kadar testeron para pelari aktif.
Namun berlari dalam porsi yang cukup justru bisa meningkatkan kemampuan seksual.
Ini karena para pelari memiliki aliran darah dan kesehatan jantung yang baik.
8. Minuman Keras
Mungkin Anda tidak berharap bahwa alkohol muncul dalam daftar ini.
Tapi, studi dari University of Oklahoma menunjukkan, beberapa komponen minuman keras -mulai dari hops dalam bir hingga congener dalam wine dan alkohol-memiliki 'zat yang mirip estrogen' dan berpengaruh pada penurunan testeron.
Riset dari University of Wisconsin menyebutkan, konsumsi minuman beralkohol lebih dari dua gelas sehari dapat menurunkan performa kejantanan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-olahraga-bersepeda.jpg)