Bursa Saham Global Jatuh Pasca Debat Panas Kandidat Calon Presiden AS
Kekhawatiran akan hasil Pilpres negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu juga membawa tekanan pada pasar saham di Eropa.
Kekhawatiran itu pun berimbas terhadap saham-saham di Eropa.
Bursa Stoxx 600 di seluruh Eropa melorot 0,5%, Xetra Dax di Frankfurt turun 0,7% dan CAC 40 Prancis turun 0,6%.
Penurunan tidak tertahan meskipun data ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi di China, yang impor dan aktivitas pendukung konsumsi luar negerinya di seluruh dunia, pulih dengan kuat dari pandemi virus corona.
Indeks manajer pembelian resmi China untuk sektor manufaktur, yang melacak bagaimana perusahaan berdagang dan seberapa percaya diri manajer, naik ke pembacaan 51,5 pada September dari 51 pada Agustus.
Ini lebih baik dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters yakni sebesar 50.
Pesanan ekspor baru naik untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 dimulai.
Namun data tersebut gagal mengangkat pasar saham China dan harga minyak.
Indeks CSI 300 China dari Shanghai dan saham yang terdaftar di Shenzhen melorot 0,1%, sementara minyak mentah Brent turun 0,5 persen menjadi $ 40,81 per barel.
Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar Global Invesco menilai hal itu terjadi karena pasar tengah khawatir atas pemilihan presdien AS.
"Saya memperkirakan volatilitas pasar saham dan aksi jual pasar saham jangka pendek di minggu-minggu menjelang pemilihan," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-saham-yang-menurun.jpg)