Bursa Saham Global Jatuh Pasca Debat Panas Kandidat Calon Presiden AS
Kekhawatiran akan hasil Pilpres negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu juga membawa tekanan pada pasar saham di Eropa.
TRIBUN-BALI.COM - Indeks saham berjangka di Amerika Serikat (AS) merosot bersama dengan sebagian besar pasar saham pasca debat calon presiden AS yang berlangsung panas.
Kekhawatiran akan hasil Pilpres negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu juga membawa tekanan pada pasar saham di Eropa.
Kontrak berjangka yang dibeli dan dijual investor yang berpatokan pada indeks S&P 500 turun 0,8% setelah debat kedua calon presiden AS tersebut.
Debat calon presiden incumbent Donald Trump dan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden berlangsung sengit.
• Purnama Kapat Baik untuk Pembersihan dan Penyucian Diri, Begitu Juga Bersedekah
• Ketua Bawaslu: Pada Pilkada Serentak Petahana Berpotensi Kerahkan ASN sehingga Langgar Netralitas
• Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Simak Perbedaannya dengan Hari Lahir Pancasila 1 Juni
Kedua kandidat bertarung dengan perdebatan terkait kepemimpinan Trump dalam mengelola ekonomi AS, penanganan Covid-19, dan terkait komitmen terhadap hasil pilpres pada November mendatang.
Banyak yang meragukan Trump akan menerima hasil keputusan pemilihan sehingga menambah ketidakpastian di pasar.
Saat ditanya berulang kali apakah ia akan berkomitmen menghormati hasil pemilihan pada November mendatang, Trump malah mengulangi pernyataannya tentang kecurangan dalam pemilihan yang semakin meluas.
Supriya Menon, Ahli Strategi Senior Pictet Asset Management menegaskan, Trump jelas tidak meredakan kekhawatiran terkait kursi presiden yang diperebutkan seandainya dia kalah.
"Dia juga tampaknya sedikit memenangkan pemilih independen," tambah Menon dikutip Financial Times, Rabu (30/9/2020).
Ia menambahkan, perdebatan itu justru meningkatkan prospek kemenangan Demokrat. Namun, itu berarti pendapatan korporasi akan lebih rendah ke depan jika Biden menaikkan pajak.
Lalu, pemerintah juga akan bermasalah jika Trump tidak menerima hasil Pilpres.
Kekhawatiran pemilihan yang disengketakan juga meningkatkan kekhawatiran bahwa pasar saham AS akan bergejolak setelah pemungutan suara.
Kontrak berjangka yang disematkan ke Vix menunjukkan bahwa indeks yang dikenal sebagai pengukur kekhawatiran pasar, akan mencapai pembacaan 30 atau lebih pada Oktober - Desember.
Saat pasar sedang tenang, Vix biasanya diperdagangkan pada 20 atau lebih rendah.
• Pekerja Berencana Gelar Mogok Kerja Nasional, Menteri Perdagangan Minta Perusahaan Cegah Aksi Itu
• Klaster Kondangan Muncul, 1 Orang Meninggal Dunia, 21 Orang Terpapar
• Langkah Victoria Azarenka di Roland Garros Sudah Berakhir
Kontrak berjangka pada indeks Nasdaq 100 yang berfokus pada emiten-emiten teknologi turun lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Rabu (30/9/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-saham-yang-menurun.jpg)