Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Dinilai Lebih Akurat, Indonesia Minta Bantuan Alat Rapid Test Antigen ke WHO

Rapid test antigen merupakan bentuk tes cepat yang memanfaatkan sampel usap untuk mendeteksi ada tidaknya antigen virus corona dalam tubuh.

Editor: Wema Satya Dinata
Humas BNPB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito 

TRIBUN-BALI.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan Indonesia telah mengajukan permohonan bantuan alat rapid test berbasis antigen kepada Badan Kesehatan Dunia ( WHO).

"Kami telah berkomunikasi dengan perwakilan WHO yang ada di Indonesia dan kami telah memohon untuk bisa dapat dipertimbangkan mendapatkan bantuan dari WHO untuk tes cepat ini," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2020)

Rapid test antigen merupakan bentuk tes cepat yang memanfaatkan sampel usap untuk mendeteksi ada tidaknya antigen virus corona dalam tubuh.  

Berbeda dengan rapid test antibodi yang selama ini jamak dipakai di Indonesia, rapid test antigen dianggap lebih akurat karena mendeteksi langsung bagian dari virus Covid-19.

Tim Pakar Satgas: Bukan Kutukan, Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

Cegah Klaster Baru Tempat Kerja, 3 Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Corona di Lingkungan Industri

Menteri Terawan Sebut Tenaga Medis dan Pekerja Berusia 18-59 Tahun Dapat Prioritas Vaksin Covid-19

Sementara rapid test antibodi selama ini hanya mendeteksi ada tidaknya antibodi dalam darah.

Hasil dari rapid test antigen juga keluar cukup cepat, yakni hanya sekitar 15 menit setelah tes pada sampel usap.

"Ini agar kita bisa mendeteksi dengan lebih cepat dari kasus atau masyarakat yang menderita Covid-19," ucap Wiku.

Menurut Wiku, WHO telah menyediakan 120 juta alat tes cepat berbasis antigen ini untuk 133 negara di dunia.

Negara yang jadi prioritas adalah negara-negara middle income country dan negara -negara dengan jumlah kasus besar.

Namun, apabila tidak mendapat bantuan, Wiku memastikan bahwa pemerintah akan tetap mengupayakan rapid test antigen bisa masuk ke Indonesia.

 Pemerintah sudah mengantongi rekomendasi dari WHO terkait daftar alat tes cepat antigen yang memiliki kualitas baik.

"Sedang kami review untuk selanjutnya mungkin akan digunakan dan tentu akurasinya yang lebih tinggi karena ini pendeteksi antigen," kata dia.

 Meski begitu, Wiku menegaskan, rapid test antigen ini nantinya tetap hanya akan digunakan untuk sebatas screening awal.

Tes ini bukan untuk mendiagnosa dan menentukan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Bawaslu Temukan 303 WNA Masuk Daftar Pemilih Sementara di Enam Pilkada se-Bali

Ramalan Zodiak Cinta Besok 2 Oktober 2020, Virgo Alami Cinta Kilat, Pisces Adu Mulut

Timnas U-19 Lanjutkan Pemusatan Latihan di Kroasia, Kini Fokus Kekuatan Fisik

"Dalam rangka proses skrining sebelum selanjutnya dilakukan tes untuk penegakan diagnosa dengan real time PCR," kata Wiku.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Minta Bantuan Alat Rapid Tes Antigen ke WHO",

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona. Tribun-Bali.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved