Bali Paradise
Kurang Lengkap ke Bangli Kalau Belum Mampir ke Rumah Makan Pak Bagong Khas Mujair
"Ke Bali khususnya ke Bangli kurang lengkap kalau belum icip mujair nyat-nyat Pak Bagong. Soal rasa kami rasanya," sambung Wayan Sukamara.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) ke Bali di tengah pandemi Covid-19 mulai merangkak naik meskipun tidak terlalu signifikan.
Tercatat kini rata-rata kunjungan wisnus melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali per-hari mencapai 5.000 orang.
"Sejak dibukanya pariwisata Bali untuk wisatawan nusantara 31 Juli lalu, itu wisatawan yang datang melalui Bandara sudah mencapai rata-rata 5.000 per hari sebelumnya hanya 900-an," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa, Minggu (4/10/2020) kemarin saat melepas peserta touring wisata motor Bali.
Berbagai tujuan wisata dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya banyak dimiliki Pulau Bali sebagai pilihan wisnus.
• Live.On, Brand Telekomunikasi Digital Berikan Pengguna Kendali Penuh Akses Layanan Data
• Warga Pangleg dan Jasri Siap Menangkan Dana - Dipa
• Restrukturisasi di Bali Capai Rp 33,92 Triliun, OJK Proaktif Lakukan Pemantauan
Satu di antaranya wisata kuliner di Kabupaten Bangli yakni kuliner khas Mujair Pak Bagong atau bernama Rumah Makan (RM) Pak Bagong khas Mujair, beralamat di LC Subak Aya, Bebalang, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli.
Atau sekira 40 kilometer dari Kota Denpasar dapat ditempuh kurang lebih satu jam menggunakan sepeda motor atau pun mobil.
Begitu tiba di sana, pengunjung wajib mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah makan sebagai bagian penerapan protokol kesehatan, imbauan tersebut pun dibuatkan pemilik pada sebuah spanduk terpampang di bagian depan.
Berdiri sejak tahun 2004 silam, RM Pak Bagong ini pun turut terdampak pandemi Covid-19 di mana sebelumnya pengunjung sehari mencapai 700 sampai 800 orang kini untuk mencapai 200 pengunjung pun cukup susah.
• Ketuk Palu, DPR Sahkan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja
• Pemilik Abuba Steak Meninggal Dunia Setelah Positif Covid-19
• Terekam CCTV, Pencuri Spesialis Kotak Amal di Mushola Diringkus Reskrim Polsek Abiansemal
"Untuk bergerak mencapai pengunjung 50 persen dari sebelum ada pandemi susah sekali. Dulu biasanya saat weekend bisa sampai 700 hingga 800 pengunjung, sekarang untuk mencapai 200 sampai 250 pengunjung susah sekali," ungkap I Wayan Sukamara selaku pemilik RM Pak Bagong.
Sejumlah karyawan pun terpaksa dirumahkan olehnya karena situasi seperti sekarang, kini RM Pak Bagong hanya mengandalkan keluarga besar saja untuk beroperasi setiap harinya.
"Jadi karena situasi dan kondisi ekonomi sekarang karyawan dirumahkan. Berjualan mengandalkan keponakan dan ipar sekarang setiap harinya," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bangli pun kini berusaha membangkitkan wisata-wisata baru yang ada di Bangli guna menarik minat kunjungan wisatawan ke Bangli.
• Musim Hujan Mulai Melanda Bali, Pantai Biaung Kesiman Kembali Dipenuhi Sampah Kiriman
• Citarasa Kopi Kelompok Tani Br. Jempanang Diakui dengan Kategori Kopi Specialty Grade
• Harga Bunga Pacar Anjlok, Beredar Kabar Petani di Badung Buang Hasil Panen untuk Dijadikan Pupuk
Wayan Sukamara juga berharap pemerintah cepat menanggulangi pandemi ini dan akses wisman ke Bali dapat segera dibuka agar kunjungan wisatawan semakin meningkat dan perekonomian Bali dapat berangsur pulih kembali.
RM. Pak Bagong memiliki menu khas yakni ikan mujair atau juga ikan nila dengan dua pilihan di antaranya kuah dan goreng.