Penanganan Covid
13 Masyarakat Terjaring Razia Protokol Kesehatan di Kecamatan Susut Bangli
Tim gabungan kembali melakukan Operasi Yustisi dalam rangka penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di Bangli
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tim gabungan kembali melakukan Operasi Yustisi dalam rangka penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, di Bangli, Bali, Rabu (7/10/2020).
Kali ini kegiatan tersebut menyasar wilayah Kecamatan Susut, terutama di Pasar Kayuambua dan Pasar Hewan Kayuambu, Desa Tiga, Bangli, Bali.
Operasi Yustisi melibatkan 46 personel, di antaranya 10 orang personel TNI, 15 personel Polri, tujuh personel Dishub, 11 personel Satpol PP, dan tiga personel dari kecamatan.
Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengungkapkan, Operasi Yustisi digelar selama dua jam, mulai pukul 09.00 Wita hingga 11.00 Wita.
Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta membiasakan masyarakat menerapkan protokol kesehatan di era new normal.
“Disamping itu, juga dalam rangka penegakan aturan sesuai Pergub Bali No.46 tahun 2020 tentang protokol kesehatan,” jelasnya.
Selama operasi berlangsung, lanjut AKP Sulhadi, tercatat 13 orang diketahui melanggar aturan.
Dimana 11 orang di antaranya dikenai sanksi peringatan lisan lantaran diketahui salah menggunakan masker.
• Update Covid-19 Bali 7 Oktober 2020: Kasus Positif Bertambah 105 Orang, 120 Sembuh, 5 Meninggal
• Angka Kesembuhan Covid-19 di Bangli Sangat Tinggi
• Koster Salurkan Anggaran Tambahan ke Desa Adat Rp 74,65 M, Dimanfaatkan untuk Penanganan Covid-19
“Mereka menggunakan masker di dagu. Selain itu juga terdapat dua orang yang dikenai sanksi berupa hukuman tertulis dan hukuman fisik berupa push up lantaran tidak menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan,” tandasnya.
Angka Kesembuhan Covid-19 di Bangli Sangat Tinggi
Penambahan jumlah kasus warga yang terpapar virus corona di Bangli, Bali, saat ini masih mengalami penambahan.
Kendati demikian, angka kesembuhan masyarakat terpapar Covid-19 ini justru tergolong sangat tinggi.
Hal ini diungkapkan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, Rabu (7/10/2020).
Ia menyebutkan, secara statistik angka kesembuhan di Bangli tergolong sangat tinggi, yaitu 92,2 persen atau sebanyak 699 orang dari total 762 kasus.
Tingginya angka kesembuhan ini, kata Dirgayusa, lantaran dampak dari pengetatan protokol kesehatan.
Disamping juga upaya dari Dinas Kesehatan, khususnya SOP ketika terjadi penambahan kasus, mulai dari tracing hingga pengawasan sudah benar-benar diterapkan.
“Jadi begitu ditemukan warga yang bergejala ringan dan perlu isolasi mandiri, dilakukan pengawasan ketat baik dari Kasatgas di desa, maupun pihak puskesmas,” ungkapnya.
Selain itu, adanya dukungan dari masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat mengenai penerapan social distancing juga dinilai berperan terhadap tingginya angka kesembuhan.
Yang tidak kalah penting, Dirgayusa mengakui adanya niat yang tinggi dari para pasien untuk segera sembuh.
• Simulasi Uji Coba Vaksin Covid-19 di Puskesmas Abiansemal I Badung, Ini Kata Kemenkes
• Pananganan Covid-19 di Klungkung Selaras Instruksi Provinsi dan Pusat
“Jadi mereka yang sakit benar-benar menjaga diri. Begitupun dengan masyarakat yang sehat, mereka semaksimal mungkin menjaga imun tubuhnya agar tidak sakit. Inilah yang menyebabkan tingkat kesembuhan di Bangli tinggi,” jelasnya.
Sementara jumlah orang yang masih menjalani perawatan tercatat sebanyak 4,2 persen atau 35 orang.
Ia juga mengatakan, terdapat penambahan lima kasus baru per hari ini, dimana dua orang menjalani perawatan di rumah sakit, satu orang menjalani karantina di BPK Pering, dan dua orang menjalani karantina mandiri.
“Dua orang yang tercatat sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diantaranya wanita 69 tahun asal Kayubihi, Bangli. Ia dirawat di RS Bali Mandara. Selain itu juga seorang wanita 32 tahun asal Desa Abuan, Susut dan dirawat di RSU Bangli,” jelasnya.
Selain angka kesembuhan dan penambahan kasus, Dirgayusa menyebut jumlah kematian di Bangli hingga kini masih di angka 3,3 persen atau 28 kasus.
Data kematian terakhir tercatat pada 16 september 2020.
“Dari informasi Dinas Kesehatan, rata-rata yang meninggal memiliki penyakit bawaan sebelum merebaknya virus corona. Mulai dari dari penyakit ginjal, diabetes, asma, dan sebagainya,” tandas pria asal Desa Demulih, Susut itu.
Catatan Redaksi:
Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19.
Tribun Bali mengajak seluruh Tribuners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat Pesan Ibu: Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, dan Wajib Menjaga jarak.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/operasi-yustisi-protokol-kesehatan-di-pasar-kayuambua.jpg)