Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Citizen Jurnalism

Mengapa Pasien Covid-19 Tak Mampu Mencium Bau?

“Awalnya coba nyium kopi, tapi baunya menurun selama 4 hari. Setelah itu, aku mandi seperti biasa dan nggak bisa mencium wangi sabun sama sekali,"

Tayang:
Tribunnews
Ilustrasi hidung 

oleh: Gek Ayu Krismayogi

TRIBUN-BALI.COM - Sejak dilaporkannya wabah virus corona jenis baru pada bulan Desember 2019 di Wuhan Tiongkok, tidak pernah barang sehari pun dunia berhenti memperhatikan perkembangannya.

Sempat beberapa kali berganti nama, kini infeksi virus tersebut dikenal dengan Covid-19.

Infeksi dari Covid-19 disebabkan oleh virus SARS CoV2 yang memiliki kemiripan dengan virus corona sebelumnya yaitu SARS-CoV sebagai penyebab penyakit SARS pada tahun 2002-2003.

Hingga saat ini (09/10/2020), WHO mencatat terdapat 36 juta kasus dengan angka kematian mencapai 1 juta kasus yang terjadi di berbagai negara.

Timnas U-19 Indonesia vs Makedonia Utara, Berikut Prediksi Line-upnya

Kolombia Awali Kualifikasi Piala Dunia dengan Menggilas Venezuela 3-0

Virus Corona Disebut Bisa Bertahan di Kulit Manusia Sekitar 9 Jam, Ini Hasil Penelitian Ilmuwan

Di Indonesia, Covid-19 dikonfirmasi masuk pada Maret 2020 dan hingga saat ini telah terjadi lebih dari 320.000 kasus infeksi di dalam negeri.

Banyak peneliti mempercayai virus ini menular melalui percikan orang yang terinfeksi saat mereka batuk, bersin bahkan berbicara.

Penularan juga disebut-sebut dapat terjadi melalui percikan yang jatuh ke permukaan benda dan tanpa diketahui ikut masuk ke tubuh saat menyentuh mata, hidung atau mulut seseorang.

Hal tersebutlah yang memungkinkan terjadinya penularan dari manusia ke manusia lainnya.

Farmasi UGM dalam tulisannya Mengenal Reseptor ACE2, “Pintu Masuk” Virus COVID-19 menyebutkan bahwa seperti halnya gembok dan kunci, virus ini dapat teraktivasi oleh penempelannya pada suatu reseptor Angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) di permukaan sel tubuh.

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Basudewa: Gangguan Kepribadian Bisa Terjadi Sejak Masa Remaja

BREAKING NEWS - Hujan Melanda Kota Denpasar, Kawasan Jalan Kecubung Terendam Banjir

Enzim ini terdapat di beberapa organ seperti paru-paru, pembuluh darah, jantung, ginjal dan usus.

Yushun Wan dalam Jurnal American Society for Microbiology menyebutkan bahwa virus SARS-CoV2 mampu mengenali reseptor ini lebih baik dibandingkan SARS-CoV yang memungkinkan mudahnya virus ini menyebar ke seluruh dunia hingga menimbulkan pandemi.

Virus SARS-CoV2 membutuhkan waktu 1 hingga 14 hari untuk menimbulkan gejala tergantung dari kondisi inangnya.

Variasi gejala yang ditimbulkan dari infeksi Covid-19 menuntut masyarakat untuk melek terhadap keberadaan virus ini di sekitar mereka.

Sebagian besar masyarakat berfokus pada gejala yang umum ditimbulkan seperti demam, batuk kering dan lelah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved