Citizen Jurnalism
Mengapa Pasien Covid-19 Tak Mampu Mencium Bau?
“Awalnya coba nyium kopi, tapi baunya menurun selama 4 hari. Setelah itu, aku mandi seperti biasa dan nggak bisa mencium wangi sabun sama sekali,"
Inilah yang membuat makanan seolah tak memiliki rasa.
Gejala anosmia juga dapat terjadi pada penyakit influenza.
Namun saat ini, kejadian anosmia pada Covid-19 lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan dengan influenza.
“Beda-beda sih. Ada temenku dua hari anosmia dan di hari ke tiga membaik. Ada juga yang seminggu udah balik lagi normal. Aku udah minggu ke empat hilang timbul, dan hari ini aku total nggak cium apapun” Jelas salah satu pasien terinfeksi Covid-19 melalui media sosial.
Penelitian di China menunjukkan bahwa anosmia terjadi dalam 4 hari paska infeksi virus dan membaik dalam 9 hingga 28 hari.
Kejadian anosmia lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Demikian juga penelitian oleh Yonghyun Lee di Daegu, Korea yang menyebutkan prevalensi anosmia lebih sering dialami pasien perempuan dan membaik dalam kurun waktu tujuh hari hingga tiga minggu.
Selain mewaspadai penurunan kemampuan penghidu, hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan pengecap kita di masa pandemi ini.
WHO hingga saat ini belum merekomendasikan penggunaan masker dalam menghindarkan masyarakat dari Covid-19.
Perlu adanya kombinasi penggunaan masker dan perilaku pencegahan serta pengendalian infeksi seperti; cuci tangan dengan air mengalir dan sabut atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol, menjaga jarak minimal 1 meter, hindari tempat-tempat ramai atau kerumunan, menerapkan etika batuk dan bersin serta mencari pertolongan medis jika bergejala. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-hidung_20180713_143705.jpg)