Nelayan di Tabanan Diminta Waspadai Dampak La Nina, Bulan Ini Mulai Musim Lobster dan Ikan

Cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang menjadi ancaman para nelayan di Bali khususnya di Tabanan

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Foto : Suasana saat sejumlah nelayan memindahkan jukungnya dari pinggir pantai ke tempat aman di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, beberapa waktu lalu. Cuaca buruk gelombang tinggi kerap mengancam aktivitas melaut para nelayan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang menjadi ancaman para nelayan di Bali khususnya di Tabanan, Bali.

Terlebih lagi, ancaman La Nina di bagian Selatan yang berpotensi menimbulkan angin kencang, gelombang tinggi dan curah hujan secara tiba-tiba membuat nelayan harus waspada.

Sebab, La Nina diperkirakan melanda Indonesia hingga akhir tahun 2020 ini.

"Sejak pekan lalu, kami sudah berikan imbauan kepada seluruh nelayan di Tabanan agar tetap waspada dengan dampak La Nina," ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, Jumat (9/10/2020).

Rumah Ronaldo Kemalingan, Ada yang Janggal dengan Pencuri

Unstopplable Together Mengajak Masyarakat Kembali Beraktivitas dengan Semangat & Percaya Diri

Kodam IX/Udayana Buka Pendaftaran Calon Tamtama TNI AD Gelombang II Tahun 2020, Berikut Syaratnya

Pria yang juga akrab disapa Sadam ini menjelaskan, ancaman La Nina di bagian Selatan yang berpotensi menimbulkan angin kencang, gelombang tinggi dan curah hujan secara tiba-tiba harus sangat di waspadai.

Sebab, meskipun gelombangnya bagus saat awal melaut, kemungkinan dalam beberapa waktu bisa berubah.

"Nelayan masih tetap melaut, hanya kami mohon agar tetap waspada. Apalagi saat ini musim lobster dan juga musim awal ikan," imbaunya.

Disinggung mengenai cuaca belakangan ini, pria yang juga politikus asal Desa Tibu Biu, Kecamatan Kerambita ini menyatakan, tinggi gelombang di pesisir Tabanan cukup fluktuatif atau berubah-ubah.

Dia mencontohkan, Selasa (6/10/2020) tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Kemudian pada Rabu (7/10/2020) ketinggian gelombang laut turun menjadi sekitar 1,9 meter.

"Sejak Kamis kemarin sudah mulai normal lagi. Bahkan saya juga habis melaut juga hari ini (Jumat). Tapi kembali diingatkan, nelayan tetap melaut namun harus waspada," tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika ( BMKG) mengingatkan masyarakat Indonesia waspada akan adanya fenomena La Nina di Samudera Pasifik.

Fenomena La Nina dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi di Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved