Grab Perkenalkan Teknologi Geofencing di Bali, Perketat Protokol Kesehatan Mitra Pengemudi
Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, membantu pemerintah dan masyarakat Bali untuk dapat beradaptasi di tengah pandemi Covid-19 yang
TRIBUN-BALI.COM - Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, membantu pemerintah dan masyarakat Bali untuk dapat beradaptasi di tengah pandemi Covid-19 yang kian merebak dengan menjadi aplikasi online pertama di Indonesia yang memperkenalkan teknologi geofencing yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi Grab yang berkerumun di sebuah area.
Teknologi ini diperkenalkan untuk memastikan mitra pengemudi tetap menjaga jarak aman sesuai imbauan pemerintah, juga untuk menjaga kesehatan mereka.
Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun, akan menerima peringatan melalui pesan teks atau pop-up di aplikasi mitra pengemudi mereka.
Baca juga: Dilimpahkan ke Kejari Badung, Tiga Tersangka Dugaan Korupsi di LPD Kekeran Langsung Ditahan
Baca juga: Fantastis, Gaji Cristiano Ronaldo Bisa Bayar Seluruh Pemain di 4 Klub Liga Italia
Baca juga: Temui Pimpinan Dewan, Pjs Bupati Badung Ingin Rancang APBD Badung yang Sehat
Teknologi ini telah diperkenalkan di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Manado, Balikpapan, Samarinda, Mataram, Kupang dan kini juga Provinsi Bali.
Teknologi geofencing awalnya dimanfaatkan oleh Grab untuk memantau pergerakan mitra pengemudi dan membantu teknis terkait permintaan layanan.
Memasuki masa pandemi, Grab mengembangkan teknologi ini untuk memastikan mitra pengemudi tidak berkerumun dan menjaga jarak aman agar kesehatan terjaga dan tetap bisa produktif.
Saat mereka bisa produktif, mobilitas masyarakat Bali juga akan terbantu.
Baca juga: Morbidelli Akui Insiden Jatuhnya Rossi jadi Sebab Dirinya Kehilangan Banyak Waktu
Baca juga: Ditinggal Kerja, Rumah Made Widiana Ludes Dilalap Si Jago Merah
Baca juga: Pengusaha Solo Robby Sumampouw Meninggal di Singapura, Ini Sosoknya, Dikenal Dekat dengan Soeharto
Halim Wijaya, Head of East Indonesia, Grab Indonesia menjelaskan, “Sejalan dengan misi GrabForGood, kami ingin memastikan bahwa setiap orang, termasuk mitra pengemudi, dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.
Karenanya, pasti kesehatan menjadi prioritas utama supaya mitra pengemudi kami tetap bisa produktif.
Sejak awal pandemi, tim kami terus mencari cara yang efektif agar kami tetap bisa melindungi mata pencaharian dan kesehatan mitra.
Teknologi geofencing yang telah kami manfaatkan sejak awal Grab beroperasi, kami terapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan ini mulai awal pekan ini.
Baca juga: Rafael Nadal Juara French Open 2020, Kalahkan Novak Djokovic dan Tegaskan Status Raja Tanah Liat
Baca juga: Polandia Vs Italia Berakhir Imbang, Gli Azzurri Gagal Pertajam Rekor Kemenangan, Ini Kata Mancini
Baca juga: Dinilai Jauh dan Sepi Pembeli, Sejumlah Pedagang di Sukawati Pilih Jadi Pedagang Liar atau Sewa Kios
Penerapan geofencing merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi, di mana sistem kami akan langsung memberikan peringatan kepada mereka yang didapati melanggar peraturan.”
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Ir. IGW Samsi Gunarta, M.Appl.Sc. menyampaikan apresiasinya bagi inovasi Grab di Bali.
"Memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali menjadi tugas kita bersama, agar sektor pariwisata dan perekonomian di Bali bisa segera pulih. Karenanya, saya memberikan apresiasi bagi Grab yang telah memelopori pemanfaatan teknologi geofencing untuk memonitor lokasi mitra pengemudi dan memberi peringatan untuk terus menjaga jarak,” jelasnya.
Baca juga: Ibunda Jack Brown Sangat Bangga Melihat Sang Anak Tampil Garang Bersama Timnas U-19 Indonesia
Baca juga: Pencarian Hari ke-7, KM Tanjung Permai dan Belasan Penumpang Masih Belum Ditemukan
Baca juga: Polres Klungkung Edukasi Masyarakat Terkait Protokol Kesehatan Sambil Bagi-bagi Nasi Bungkus
Direktur Lantas Polda Bali, Kombes Pol. Indra, SIK., MSi. juga menyampaikan, “Saat mitra pengemudi bisa menjaga diri mereka, kesehatan dan aktivitas masyarakat Bali juga bisa terus berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-teknologi-geofencing-grab.jpg)