Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

900 Hotel dan 200 Restoran di Badung Akan Terima Bantuan dari Pusat

Dari total hibah pariwisata senilai Rp 3,3 miliar Bali mendapat sebesar Rp 1.183.043.960.000 dan Kabupaten Badung menerima Rp 948.006.720.000

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Pjs Bupati Badung I Ketut Lihadnyana. 

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Badung Cokorda Raka Darmawan mengatakan hibah pariwisata ini sangat baik sekali dalam rangka memberikan stimulus bantuan, khususnya hotel dan restoran yang ada di Bali dan khususnya Badung.

Pihaknya mengaku Dinas Pariwisata dan Badan Pendapatan Daerah telah melakukan proses pendataan calon penerima hibah pariwisata tersebut.

“Dari hasil pendataan, gambaran sementara ada sekitar 900 hotel dan 200 restoran yang akan menerima manfaat. Jumlah penerima masih berkembang, kemungkinan akan bertambah,” katanya.

Baca juga: Mensos dan Ketua DPR RI Salurkan BST dan BSB di Badung

Baca juga: Ops Yustisi Sasar Seminyak Badung, 6 Orang Terjaring Razia Masker, 4 Diantaranya WNA

Kemungkinan data terus bertambah kata dia, karena saat ini sedang dilakukan bimtek di Jakarta terkait juklak dan juknis pemberian dana hibah tersebut.

Diakuinya Masih-masing hotel dan restoran tentu nominalnya berbeda-beda.

Namun demikian, dari pemetaan yang dilakukan sehingga ditemukan data calon penerima 900 untuk hotel dan restoran dengan kriteria, antara lain hotel dan restoran wajib memiliki izin, membayar lunas pajak tahun 2019 dan tidak pernah nunggak pajak.

“Termasuk berusaha membayar pajak di tahun 2020 sampai bulan Juli,”kata Cok Darmawan yang juga mantan Kadis Pariwisata Badung itu.

Asisten III Setda Badung itu menyebutkan bantuan ini lanjut akan sangat membantu keberlangsungan usaha hotel dan restoran di Kabupaten Badung yang menjadi penopang perekonomian pemerintah dan masyarakat.

Ia juga mengakui, Badung menerima lebih banyak dari kabupaten lainnya itu karena Pendapatan lebih banyak bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR).

Sehingga itu menjadi tolak ukur pemerintah pusat memberikan dana lebih besar dari kabupaten lainnya di Bali.

“Kami berharap bantuan ini memberikan rangsangan untuk menghidupkan kembali dan menyambut dibukanya pariwisata mancanegara. Kalau untuk wisata domestik kan sudah dibuka sejak juli lalu,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved