Serba Serbi
Kisah Mistis Masuk Goa Alas Purwa, Jro Arimbawa Temui 4 Saudara Niskalanya
Jro Arimbawa menceritakan pengalaman menarik dan unik saat mempelajari ajaran Tantra Bhairawa
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jro Rudra Agni, atau yang kerap disapa Jro Arimbawa menceritakan pengalaman menarik dan unik saat mempelajari ajaran Tantra Bhairawa.
Ia telah menekuni ajaran tantra sejak 12 tahun, hingga saat ini.
“Awalnya saya belajar dari bapak saya, berupa tutur. Setelah berjalan saya diajari mudra atau gerakan. Lalu belajar aksara, seperti aksara Swalalita, Wreastra, dan terakhir aksara Modre,” sebutnya kepada Tribun Bali, Rabu (21/10/2020).
Ia kemudian menggembleng diri, dan menempatkan aksara Wreastra dalam tubuh.
Baca juga: Dukung Permenkumham 26/2020, Bandara Ngurah Rai Akan Dilengkapi Fasilitas Tes PCR
Baca juga: Aurel Hermansyah Sindir Para Gadis yang Ngaku-ngaku Jadi Mantan Pacar Atta Halilintar
Baca juga: Kronologi KKB Papua Tembaki Rombongan TNI yang Angkut Logistik, 3 Prajurit Ini Alami Luka Ringan
Menempatkan dasaksara, pancaksara dalam tubuh.
Mendalami pasuk wetu semua aksara, dalam tubuh disertai puasa.
Ia juga masegeh setiap hari disertai nyeraya di tempat pembakaran mayat setiap kajeng kliwon, purnama, dan tilem.
“Inilah laku yang terpenting dalam belajar tantra. Sampai kita memperoleh anugerah dari Hyang Bhatari Durga,” sebutnya.
Walau terkesan cukup seram, namun perasaannya setelah belajar tantra ini malah memberi kedamaian.
Ia mengaku hidupnya menjadi lebih baik, kesehatan terjaga.
“Kemudian hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan energi tidak baik terkendali. Intinya kita merasa lebih nyaman dalam hidup, tanpa harus mengabaikan keduniawian,” imbuhnya.
Banyak orang awam tidak terlalu paham dengan ajaran tantra.
“Ajaran tantra adalah ajaran tentang apa sesungguhnya diri itu. Apakah diri adalah tubuh atau diri adalah roh, atau badan ini adalah terbentuk dari aksara suci,” jelasnya.
Tantra, kata dia, adalah jalan menuju pemahaman diri sehingga bisa mencapai kebahagiaan dan pelepasan pada saat kita kembali pada kematian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jro-saat-menuntun-muridnya-belajar-tantra.jpg)